LANGIT7.ID - , Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan vaksin Pfizer atau AstraZeneca bisa menjadi booster bagi penerima vaksin Sinovac. Menurut laman Kemenkes, sasaran dosis primer Sinovac maka diberikan AstraZeneca separuh dosis (0,25 ml) atau Pfizer separuh dosis (0,15 ml).
Data terbaru dari Sinovac Biotech menyebutkan sebanyak 95 persen individu yang telah mendapat tiga dosis Coronavac memiliki antibodi penawar berbagai varian Covid-19, termasuk Omicron. Studi ini meneliti respons imun Coronavac, vaksin yang diinaktivasi –propiolakton, pada 120 peserta.
Baca juga: Booster Moderna dengan Vaksin Lengkap Sinovac Tingkatkan Antibodi Hingga 9,3 KaliHasil penelitian mendukung penggunaan tiga dosis imunisasi karena tingkat serokonversi dari antibodi penetralisir terhadap Omicron meroket dari 3,3% menjadi 95% untuk rangkaian dua dan tiga dosis masing-masing.
Pada partisipan yang menerima tiga dosis, peneliti juga mengisolasi 323 antibodi monoklonal manusia yang berasal dari memori sel B, setengahnya mengenali receptor binding domain (RBD) dan menampilkan bahwa sebagian dari mereka (24/163) memberikan netralisasi pada SARS-CoV-2 variants of concerns (VOCs).
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan sebuah varian sebagai VOCs apabila dikaitkan dengan “peningkatan penularan atau perubahan merugikan dalam epidemiologi COVID-19, peningkatan virulensi atau penurunan efektivitas kesehatan masyarakat dan sosial atau pada fasilitas diagnostik, vaksin, dan terapi yang tersedia.”
“Saat dunia terus bergulat dengan munculnya varian baru COVID-19, penelitian ini memberikan kepastian bahwa tipe vaksin nonaktif, salah satu vaksin yang paling banyak digunakan secara global, tetap efektif melawan COVID-19." kata juru bicara Sinovac Pearson LIU dalam keterangannya, Jumat (14/1/2022).
Ia menambahkan, hasil tersebut mendukung tiga dosis imunisasi untuk perlindungan terhadap COVID-19. Ini merupakan penemuan yang sejalan dengan saran dari WHO dan badan kesehatan di seluruh dunia untuk semua jenis vaksin COVID-19.
Baca juga: Sinovac dan CanSino Klaim Vaksinnya Dapat Cegah OmicronData terbaru ini muncul karena adanya penemuan baru yang menunjukkan bahwa satu bulan setelah dosis kedua, Coronavac memberikan respons Sel-T yang lebih tinggi dibandingkan dengan vaksin mRNA.
Hal ini penting dalam mencegah penyakit serius, rawat inap, dan kematian. Temuan yang dipublikasikan pada bulan Desember 2021 ini berasal dari penelitian yang dilakukan oleh LKS Fakultas Kedokteran, The University of Hong Kong dan Fakultas Kedokteran, The Chinese University of Hong Kong.
(est)