Tantangan Semakin Besar, Pendakwah Perlu Efektivitas Dakwah Digital
Fajar adhitya
Rabu, 26 Januari 2022 - 07:09 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7/iStock.
Dakwah Islam masih memiliki banyak tantangan di tengah penggunaan media digital yang terus meningkat. Pendakwah digital perlu membuat konten keagamaan yang kreatif sekaligus edukatif untuk membendung disinformasi dan hoaks.
Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika, Prof. Dr. Ahmad M. Ramli mengungkapkan, pendakwah perlu melakukan refleksi terkait efektivitas dakwah di era 5.0. Isu dakwah di media sosial menjadi perhatian khusus di tengah penggunaan media digital yang terus meningkat.
“Jika kita ingin mengukur dakwah dan media mana yang paling efektif untuk digunakan hari ini, maka kita perlu melihat angka rata-rata pengguna internet dalam sehari yang berselancar di dunia maya, yaitu selama delapan jam 50 menit,” jelasnya dilansir MUI Digital, Rabu (26/1/2022).
Baca Juga:MUI Imbau Pendakwah Hadirkan Ceramah Membangun, Bukan Merobohkan
Dalam acara Multaqo Duat Nasional ke-III Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang digelar secara hybrid Prof. Ahmad menyatakan, terdapat kenaikan jumlah pengguna sosial media di Indonesia khususnya selama pandemi Covid-19. Hal ini akan memberi gambaran untuk melihat efektivitas dakwah.
Di samping itu, munculnya arus digitalisasi selama masa pandemi, telah mengubah pola pengguna internet aktif. Karenanya rentan usia pengguna internet yang semula dimulai pada usia 15 tahun, kini menjadi lebih dini yaitu pada usia enam tahun.
“Ini merupakan tangangan yang perlu kita antisipasi di mana dunia bergerak begitu cepat. Beberapa tahun lalu jika ingin memesan taksi harus melalui operator, tetapi belakangan ini bisa diakses melalui aplikasi yang secara langsung terkoneksi dengan driver,” kata Prof. Ahmad.
Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika, Prof. Dr. Ahmad M. Ramli mengungkapkan, pendakwah perlu melakukan refleksi terkait efektivitas dakwah di era 5.0. Isu dakwah di media sosial menjadi perhatian khusus di tengah penggunaan media digital yang terus meningkat.
“Jika kita ingin mengukur dakwah dan media mana yang paling efektif untuk digunakan hari ini, maka kita perlu melihat angka rata-rata pengguna internet dalam sehari yang berselancar di dunia maya, yaitu selama delapan jam 50 menit,” jelasnya dilansir MUI Digital, Rabu (26/1/2022).
Baca Juga:MUI Imbau Pendakwah Hadirkan Ceramah Membangun, Bukan Merobohkan
Dalam acara Multaqo Duat Nasional ke-III Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang digelar secara hybrid Prof. Ahmad menyatakan, terdapat kenaikan jumlah pengguna sosial media di Indonesia khususnya selama pandemi Covid-19. Hal ini akan memberi gambaran untuk melihat efektivitas dakwah.
Di samping itu, munculnya arus digitalisasi selama masa pandemi, telah mengubah pola pengguna internet aktif. Karenanya rentan usia pengguna internet yang semula dimulai pada usia 15 tahun, kini menjadi lebih dini yaitu pada usia enam tahun.
“Ini merupakan tangangan yang perlu kita antisipasi di mana dunia bergerak begitu cepat. Beberapa tahun lalu jika ingin memesan taksi harus melalui operator, tetapi belakangan ini bisa diakses melalui aplikasi yang secara langsung terkoneksi dengan driver,” kata Prof. Ahmad.