LANGIT7.ID, Jakarta - Pendakwah perlu memiliki standar agar kualitas dakwah terjaga. Wakil Ketua Umum MUI, KH Marsudi Syuhud, menyampaikan bahwa standardisasi dai MUI dibutuhkan untuk melahirkan koneksi atau keterhubungan antar dai.
Kiai Marsudi menekankan, dakwah selain bersifat mengajak kepada Islam juga menjadi sarana untuk menyebarkan hal-hal baik yang membangun. Dakwah bukan menjadi jalan merobohkan, apalagi meruntuhkan.
“Dakwah adalah membangun, bukan merobohkan, apalagi meruntuhkan. Dakwah membangun keilmuan, membangun peradaban, bahkan kehidupan,” ujarnya dalam pembukaan Multaqa Duat Nasional III dan Wisuda akbar Standardisasi Dai angkatan IV sampai X di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, dikutip Senin (24/1/2022).
Baca Juga: Dakwah Memerdekakan Manusia dari Kejahiliyahan dan Kuatkan TauhidIa mengungkapkan, peran dakwah di Indonesia dengan jumlah pemeluk Islam terbesar di dunia menjadi sangat penting. Dakwah dirasa sangat perlu untuk menjaga ajaran agama bahkan kondisi sosial kemasyarakatan.
Pada titik inilah, ujar Kiai Marsudi, standardisasi dai diperlukan untuk menjaga agama, bangsa, dan negara. Hal itu bisa dimulai dari mengembangkan keilmuan dan metode (cara penyampaian) dakwah.
Ia mengingatkan agar para dai semakin cerdik menempatkan diri. Beberapa dai besar kerap dijatuhkan pihak tertentu karena ada perkataannya yang dinilai tidak benar. Terutama pada zaman media sosial seperti sekarang, kata dia, banyak kata yang ditafsirkan bermacam-macam.
Baca Juga: Masjid Istiqlal Osaka, Fondasi Penegakkan Islam di JepangDai harus mencermati surat Al-Qaf ayat 18 yang menerangkan bahwa, tidak ada satu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. Artinya, tanpa merasa diperhatikan manusia yang lain pun, sejatinya para dai harus sadar bahwa mereka sedang diawasi oleh malaikat.
Karena itu, setiap apa yang mereka ucapkan harus disampaikan dengan baik dan penuh perhatian. “Untuk kondisi sekarang, yang mencermati tidak hanya malaikat. Ada tambahannya yaitu google, ” ujar dia
Baca Juga: Kemenkes Siapkan Telemedisin bagi Pasien Positif Omicron(zhd)