Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 23 Juli 2026
home global news detail berita

Wahai Para Koruptor Bertaubatlah

tim langit 7 Kamis, 23 Juli 2026 - 08:31 WIB
Wahai Para Koruptor Bertaubatlah
Oleh: Anwar Abbas

LANGIT7.ID- Kita hadir ke dunia ini bukan atas keinginan kita, tapi atas kehendak Tuhan. Untuk itu kita harus bertanya kepada Tuhan tentang tujuan Dia menghadirkan kita ke dunia. Di dalam Surat Adz-Dzariyat ayat 56 Tuhan sudah berfirman yang artinya: "Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk mengabdi kepada-Ku."

Itu artinya kita dituntut untuk menjalani dan mengisi hidup dan kehidupan kita dengan hal-hal yang diinginkan-Nya. Lalu apa kira-kira yang diinginkan Tuhan? Kita diharapkan untuk menjadi orang yang beriman dan bertakwa. Menjadi orang yang beriman berarti kita diminta untuk percaya kepada ada-Nya Dia dan juga sekaligus percaya kepada-Nya.

Konsekuensi logis dari percaya kepada-Nya tentu harus menjadi orang yang bertakwa, yaitu menjadi orang yang selalu memperhatikan segala ketentuan-Nya dengan mengikuti semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.

Salah satu larangan Tuhan adalah mengambil dan memakan sesuatu yang bukan hak kita. Dalam Islam, sesuatu akan bisa menjadi hak kita bila kita mendapatkannya melalui cara-cara yang halal atau dibenarkan oleh ajaran agama. Sebaliknya, hak kita atas suatu harta akan gugur bila harta tersebut kita peroleh melalui cara-cara yang batil atau melanggar ketentuan agama, seperti melalui praktik korupsi.

Jadi praktik korupsi dalam Islam sangat dicela karena merupakan perbuatan zalim, masuk kategori dosa besar karena telah merugikan orang banyak. Oleh karena itu, saking murkanya Tuhan kepada mereka, maka orang yang melakukan praktik korupsi tersebut di hari akhir akan disiksa oleh Tuhan dengan siksaan yang berat, di mana dia akan datang menghadap Tuhan dengan memikul harta yang dia korupsi.

Hal itu dijelaskan dalam salah satu hadis, di mana Rasulullah SAW bersabda bahwa pelaku ghulul (korupsi) akan datang nanti pada hari kiamat dengan memikul harta yang dikorupsinya di atas pundaknya untuk kemudian baginya dicampakkan oleh malaikat ke dalam api neraka.

Untuk itu, supaya tidak ada penyesalan di kemudian hari dan supaya bisa terhindar dari peristiwa buruk tersebut, maka MUI menghimbau kepada semua koruptor, baik yang sudah ditangkap ataupun yang belum ditangkap, supaya bertobatlah. Caranya, minta ampunlah kepada Allah SWT dengan bersungguh-sungguh dan kembalikan semua harta yang dikorupsi tersebut kepada yang berhak memilikinya, lalu berjanjilah kepada Tuhan dan diri sendiri untuk tidak mengulanginya.

Di dalam rangka memperkuat tekad untuk bertobat dan bagi memahami keadaan yang akan dialami oleh para koruptor nanti di hari akhir, ada beberapa hadis yang sangat perlu dicamkan baik-baik sebagai bahan dalam perenungan.

Pertama, hadis riwayat Bukhari dan Muslim. Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang kami pekerjakan untuk mengurus suatu urusan, lalu ia menyembunyikan dari kami sebuah jarum atau yang lebih kecil dari itu, maka itu adalah perbuatan ghulul (khianat/korupsi) yang akan ia bawa pada hari Kiamat."

Kedua, hadis riwayat Bukhari. Nabi Muhammad SAW mengisahkan tentang seseorang yang mengambil sehelai kain (ghulul) dari harta rampasan perang. Ketika ia meninggal, Rasulullah SAW menyatakan bahwa orang tersebut berada di dalam neraka karena kain yang dikorupsinya itu menjadi api yang akan membakar dirinya.

Ketiga, hadis yang diriwayatkan oleh Muslim yang artinya: "Sesungguhnya siksa yang paling ringan bagi penduduk neraka pada hari kiamat adalah seseorang yang dikenakan dua sandal dan tali sandal dari api. Panas kedua sandal itu membuat otaknya mendidih sebagaimana mendidihnya air di dalam kuali."

Sekarang apa yang akan Anda lakukan? Jawabannya tentu terserah Anda. Tetapi yang jelas Tuhan dalam Surat Al-Kahfi ayat 29 telah berfirman yang artinya: "Dan katakanlah hai Muhammad, 'Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barang siapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir'. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek."

Ayat dan hadis-hadis di atas semoga menjadi renungan dan perhatian bagi para koruptor yang telah merusak negeri ini.

(Anwar Abbas, Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan, serta Wakil Ketua Umum MUI)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 23 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:57
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan