Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 27 Agustus 2026
home global news detail berita

Muhammadiyah dan Harapan Dari Muktamar NU

tim langit 7 Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:35 WIB
Muhammadiyah dan Harapan Dari Muktamar NU
(Dok: Istimewa)
Oleh: Anwar Abbas

LANGIT7.ID-Hari ini Kamis 27 Agustus 2026 Muktamar NU ke-35 akan dibuka di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Sebagai salah seorang ketua di jajaran PP Muhammadiyah saya ditanya oleh teman-teman tentang apa harapan saya dari Muktamar NU kali ini.

Harapan saya semoga Muktamar bisa berjalan dengan baik dan lancar. Di samping itu Muktamar juga diharapkan akan dapat melahirkan program-program kerja yang akan bisa membuat NU dan Umat Islam serta bangsa dan negara kita akan semakin lebih baik dan lebih maju lagi. Untuk itu, kita berharap agar Muktamar dapat memilih pimpinan NU untuk masa 5 tahun ke depan yang akan dapat melaksanakan amanat dari Muktamar tersebut dengan baik.

Kepada pimpinan terpilih kita berharap agar mereka dapat lebih memperkuat lagi persatuan dan kesatuan di kalangan umat yang telah terbangun selama ini karena hal ini tidak hanya merupakan harapan dari umat Islam Indonesia saja tapi juga sudah menjadi harapan umat Islam dunia.

Saya punya pengalaman menarik ketika ikut delegasi MUI berkunjung ke Iran tahun 2008. Dalam pertemuan dengan orang kedua dalam hirarki kepemimpinan di Iran waktu itu, Sang Ayatullah berkata kepada kami bahwa umat Islam akan kembali memimpin dunia, tetapi umat Islam yang akan kembali memimpin dunia tersebut kata sang Ayatullah bukanlah umat Islam dari Timur Tengah, bukan umat Islam dari Turki dan bukan umat Islam dari Iran tetapi adalah umat Islam dari Indonesia.

Untuk itu kata sang Ayatullah saya titip pesan satu tolong ukhuwah Islamiyah antara NU dan Muhammadiyah dijaga. Hal itu tentu saja membuat saya terkejut karena hal itu beliau sampaikan dalam nada yang serius. Berarti sang Ayatullah sudah mengerti dan tahu betul peta umat Islam Indonesia.

Pesan ini tentu menjadi lebih bermakna lagi karena kita tahu bahwa persatuan dan kesatuan itu memang sangat penting bagi suatu umat atau bangsa karena dia akan menjadi fondasi utama bagi terjaganya keutuhan dan terciptanya kedamaian, serta tercapainya tujuan bersama.

Untuk itu kita berharap pimpinan NU ke depan akan dapat menumbuhkembangkan rasa persatuan dan kesatuan serta sikap saling harga menghargai, tolong-menolong, dan adanya rasa empati antar sesama elemen umat dan warga bangsa.

Di sinilah saya melihat relevannya kita mengingat dan mengangkat hal-hal baik yang telah dilakukan oleh para tokoh dari kedua organisasi untuk kita jadikan suri teladan dalam mengarungi kehidupan kita ke depan seperti yang dilakukan KH. Hasyim Muzadi yang sering wara-wiri di kantor PP Muhammadiyah sehingga warga Muhammadiyah apalagi anak-anak mudanya benar-benar merasa kehilangan sosok tokoh dan pemimpin yang sangat mereka cintai dan sayangi sehingga ketika beliau wafat anak-anak muda Muhammadiyah membuat buku khusus untuk mengenang beliau dengan judul Takziyah Muhammadiyah untuk KH A Hasyim Muzadi terbit tanggal 20 April 2017 dengan tebal 213 halaman dimana tidak kurang dari 20 penulis ikut berkontribusi dalam penulisan yang mereka selesaikan dalam rentang waktu 26 hari.

Bagi warga Muhammadiyah sosok KH. Hasyim Muzadi memang menarik karena beliau mampu membuat perbedaan-perbedaan antara kedua organisasi tidak menjadikan warga dari kedua organisasi tersebut menjadi semakin menjauh tapi malah semakin dekat dan cair bahkan pak Hasyim bisa membuat perbedaan itu menjadi bahan tertawaan bagi kedua belah pihak.

Misalnya KH Hasyim Muzadi bercerita tentang perdebatan antara pemuda Ansor dan Pemuda Muhammadiyah tentang soal sampai atau tidaknya pahala tahlil kepada orang yang sudah meninggal. Anak muda Ansor bilang kata pak Hasyim pahalanya sampai, dengan alasan kiriman doa tersebut tidak pernah dikembalikan ke pengirim.

Lalu anak muda dari Pemuda Muhammadiyah kata pak Hasyim menyela dengan kritis sembari meminta tanda bukti atau resi penerimaan jika memang doa itu sampai. Akhirnya mendengar cerita pak Hasyim seperti itu kedua warga dari kedua organisasi sama-sama senang dan ketawa.

Jadi pak Hasyim bisa membuat perbedaan yang ada antara kedua ormas tersebut tidak menjadi masalah tapi menjadi rahmat.

Tokoh-tokoh seperti pak Hasyim ini sangat banyak di NU dan di Muhammadiyah. Saya ingat mentor saya almarhum Slamet Effendi Yusuf mantan ketua umum GP Ansor, waketum PBNU dan MUI.

Ketika beliau menjadi Ketum GP Ansor dan Din Syamsuddin menjadi ketua umum pemuda Muhammadiyah beliau berdua ditunjuk oleh Akbar Tanjung Menpora waktu itu untuk menjadi ketua dan wakil ketua delegasi pemuda Indonesia ke Saudi Arabia.

Dalam rombongan tersebut banyak sekali wartawan. Ternyata mereka memperhatikan gerak-gerik dari kedua tokoh yang berbeda organisasi tersebut.

Ketika kami sholat subuh di airport Riyadh sebelum naik pesawat menuju Medinah, Imamnya tidak qunut lalu seusai sholat teman-teman wartawan mulai menggoda pak Slamet dengan mengatakan di sini orang tidak qunut pak Slamet lalu pak Slamet juga ikut tertawa dan bergembira.

Lalu sebagai ketua delegasi beliau bilang nanti di Medinah selesai sholat Jumat kita harus segera kembali ke mobil. Teman-teman bilang siap.

Setelah selesai sholat Jumat kami pun bersegera ke mobil setelah semua anggota delegasi ada di dalam mobil pak Slamet bicara. Saudara-saudara kita sekarang berada di kota Medinah kota Nabi. Di sini saudara-saudara tahu azan sholat Jumat dua kali.

Lalu kawan-kawan pun tertawa dan pak Din Syamsuddin pun ikut tertawa dan mentertawakan perbedaan antara Muhammadiyah dan NU tersebut.

Hal-hal seperti inilah ke depan yang sangat kita harapkan dimana perbedaan-perbedaan yang ada di antara kita tidak menyebabkan hubungan kita semakin renggang dan jauh. Tapi semakin dekat dan akrab.

Untuk terciptanya hal tersebut tentu sangat tergantung kepada para pemimpinnya. Dan NU dalam Muktamar ini tentu saja akan memilih pemimpin yang terbaik dari kalangan mereka yang akan menakhodai organisasi untuk masa 5 tahun mendatang.

Kita berharap agar pemimpin yang dipilih oleh Muktamar tidak hanya baik bagi NU saja tapi juga bagi umat dan bangsa sehingga NU dan umat Islam serta negara dan bangsa kita ke depan akan semakin lebih berkibar dan lebih maju lagi. Amin

(Anwar Abbas, Pengamat Sosial Ekonomi Keagamaan, dan Ketua PP Muhammadiyah)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 27 Agustus 2026
Imsak
04:30
Shubuh
04:40
Dhuhur
11:58
Ashar
15:16
Maghrib
17:56
Isya
19:06
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan