LANGIT7.ID, Jakarta - Pembina Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia (DDII) KH Didin Hafidhuddin mengatakan, dakwah bertujuan untuk memerdekakan manusia dari segala bentuk kejahiliyahan. Dakwah mendorong manusia untuk menyembah dan melakukan pengabdian yang tulus hanya kepada Allah subhanahuwata’ala sehingga memunculkan kebaikan bagi orang lain dan lingkungan.
Konsep dakwah yang memerdekakan ini, lanjut KH Didin, juga meninspirasi pembangunan Masjid Istiqlal, Jakarta dan Masjid Al Hurriyah IPB, Bogor
“Sasarannya adalah untuk membuat orang menjadi baik. Islam itu bervisi kedamaian, kebaikan diri sendiri dan orang lain. Islam itu untuk memudahkan urusan, membuat hidup ini menjadi indah, dan bukan membuat pertentangan,” kata KH Didin dalam ta’lim ba’da Subuh, Ahad (23/1/2022).
Baca Juga: Masjid Istiqlal Osaka, Fondasi Penegakkan Islam di JepangKH Didin lalu menguraikan cara dakwah yang benar. Pertama, orientasi dakwah harus berlandaskan ketulusan mengharap keridhaan Allah. Sebagaimana dakwah yang dicontohkan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.
“Dakwah Rasulullah bukan berorientasi kekuasaan atau bukan untuk semata-mata kekuasaan,” katanya.
Sekalipun Rasulullah ditawari harta dan jabatan agar meninggalkan agenda dakwahnya, Rasulullah tidak bergeming. Rasulullah dengan tegas menolak berhenti dari dakwah bahkan bila matahari diletakkan di tangan kanannya dan bulan di tangan kiri.
Baca Juga: Robert Crane, Eks Penasihat Presiden AS Jadi Mualaf setelah Memusuhi IslamKemudian, materi dakwah bersumber Alquran dan Hadist. KH Didin mengatakan, umat Islam tidak perlu risau jika banyak orang yang berusaha mengganggu atau berniat mengubah Alquran, karena Allah yang akan menjaga keotentikannya.
“Justru kita yang perlu khawatir jika kita sendiri terlalu banyak diam, tidak peduli dengan lingkungan atau tidak peduli dengan dakwah untuk kemajuan Islam,” imbuhnya.
Baca Juga: Tafsir Al Ahzab ayat 1-3: Pentingnya Istiqamah dalam Dakwah(zhd)