Salah Ucap, Pelajar Muslim di Inggris Ini Dimasukkan Program Anti-Ekstremis
Fifiyanti Abdurahman
Kamis, 27 Januari 2022 - 07:06 WIB
Ilustrasi rambu tanda sekolah. Foto: LANGIT7/iStock
Pelajar Muslim berusia 11 tahun dirujuk pemerintah Inggris ke program anti-ekstremisme, Prevent, setelah memberi tahu temannya bahwa dia berharap sekolahnya akan terbakar.
"Menjadi anak laki-laki Asia berkulit coklat, Muslim, tidak membuat Anda menjadi teroris." kata sang ibu seperti dikutip dari The Guardian, Kamis (27/1/2022).
Dia mengakui bahwa komentar putranya tidak dapat diterima tetapi menambahkan bahwa mereka "terisolasi" akibat stres. Sang anak dikatakan menderita kecemasan.
Baca juga: Waspadai Propaganda Radikalisme, Bijaklah Bermedsos
Investigasi pihak sekolah atas insiden tersebut tidak menemukan bukti adanya kaitan dengan kelompok ekstremis atau contoh retorika radikal sebelumnya.
"Program Prevent menempatkan penekanan yang jelas pada kepantasan dan proporsionalitas,” kata ibunya.
Petugas Prevent yang memeriksa kasus tersebut memutuskan untuk tidak mengambil tindakan lebih lanjut, tetapi, sesuai protokol, informasi pribadi anak laki-laki itu akan dicatat selama enam tahun dalam database kontraterorisme polisi.
"Menjadi anak laki-laki Asia berkulit coklat, Muslim, tidak membuat Anda menjadi teroris." kata sang ibu seperti dikutip dari The Guardian, Kamis (27/1/2022).
Dia mengakui bahwa komentar putranya tidak dapat diterima tetapi menambahkan bahwa mereka "terisolasi" akibat stres. Sang anak dikatakan menderita kecemasan.
Baca juga: Waspadai Propaganda Radikalisme, Bijaklah Bermedsos
Investigasi pihak sekolah atas insiden tersebut tidak menemukan bukti adanya kaitan dengan kelompok ekstremis atau contoh retorika radikal sebelumnya.
"Program Prevent menempatkan penekanan yang jelas pada kepantasan dan proporsionalitas,” kata ibunya.
Petugas Prevent yang memeriksa kasus tersebut memutuskan untuk tidak mengambil tindakan lebih lanjut, tetapi, sesuai protokol, informasi pribadi anak laki-laki itu akan dicatat selama enam tahun dalam database kontraterorisme polisi.