Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

Waspadai Propaganda Radikalisme, Bijaklah Bermedsos

arif purniawan Ahad, 07 November 2021 - 22:41 WIB
Waspadai Propaganda Radikalisme, Bijaklah Bermedsos
Pembicara webinar moderasi beragama Pengaruh Media Sosial dalam Penyebaran Radikalisme di era Pandemi Covid-19. Foto : Istimewa
LANGIT7.ID-, Semarang - Saat ini media sosial sudah mengalami pergeseran fungsi, semula sebagai ruang publik untuk menyampaikan pendapat, kini bergeser menjadi perang ideologi. Baik itu dialog antarkomunitas dan masyarakat atau masyarakat dengan pemerintah sehingga dapat menghadirkan situasi yang demokratis, dan transparansi.

“Namun yang terjadi akhir-akhir ini malah sebaliknya. Media sosia menjadi ajang perang kepentingan idiologi, politik, ekonomi, dan berebut pengaruh di media sosial ,” kata Sekretaris Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kota Semarang Agus Khunaifi dalam webinar moderasi beragama “Pengaruh Media Sosial dalam Penyebaran Radikalisme di era Pandemi Covid-19”, Sabtu (6/11).

Baca juga: Jangan Sembarang Sebar Foto Korban Kecelakaan di Media Sosial

Menurut Agus, medsos menjadi sangat kejam apabila digunakan untuk kepentingan dan klaim tanpa didasari dengan literasi yang mumpuni. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bersama, karena ruang media karakternya tidak berstandar, sehingga sangat bebas dan tidak terbatas semua orang, tidak memandang dari pendidikan dan keahlian. Ia bisa berkata apa saja dan bisa berekspresi sedemikian rupa.

“Dalam perjalanannya media sosiall ini harus dipahami karakternya. Media atau instrumen yang sifatnya bebas tidak memandang dari background pendidikan dan bidangnya. Boleh menulis apapun tidak ada standar etika jurnalistik, dan batasan. Semua orang boleh berpendapat dan menulis,” ucapnya di lansir dari NU Online Jateng Minggu (7/11).

Lebih tegas lagi ia menyebut bahwa medsos telah menyebabkan matinya kepakaran (post truth). Karena semua orang yang berargumen di medsos belum tentu ahli di bidangnya. Bahkan kasus seperti ini menghebohkan dunia maya. Masyarakat menganggap medsos adalah rujukan dan konsumsi sehari-hari, oleh karena itu sangat mudah mempengaruhi masyarakat.

“Bukan berarti semua yang menulis di sana orang hebat dan tulisannya harus dipercaya semuanya. Harus difilter, karen media sosial itu rujukan atau konsumsi utama masyarakat. Nah, kalau dari awal sudah tidak beres, ini bahaya” ujarnya.

Sementara itu, Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Muhammad Sinung berharap media sosial sering digunakan untuk menjadi sarana dakwah yang positif. Pasalnya media sosial memiliki dua sisi, yakni sisi sangat baik untuk pengembangan keilmuan dan di sisi lain akan sangat buruk apabila dikuasai oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab apalagi propaganda kelompok radikal.

“Gerakan radikalisme sudah ada sejak zaman klasik, tepatnya sejak kelompok fundamentalis Khawarij keluar dari barisan. Namun seiring berjalannya waktu, corak radikalisme menjadi berbeda-beda karena dikembangkan oleh kelompok yang bermacam-macam,” ujarnya.

Baca juga: Suami Istri Umbar Kemesraan di Media Sosial, Bagaimana Pandangan Islam?

Menurut dia, yang harus diwaspadai di media sosial ini bisa digambarkan dengan dua sikap. Pertama kelompok yang merasa paling merasa dan menganggap yang lain salah. Kelompok kedua ditandai dengan kelompok yang berupaya untuk mengubah cara pandang negara dan dasar negara yangani Pancasila seagai Kalimatul Sawa.

“Dari sini kita merasa dalam negara damai bisa menjalankan agama dengan khusyu dan nyaman,” ucap Sinung yang juga anggota GP Ansor Sleman ini.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)