Masih Remang-remang, Shamsi Ali Minta Definisi Jelas Radikalisme
Fajar adhitya
Ahad, 30 Januari 2022 - 11:45 WIB
Imam Shamsi Ali aktif dalam kampanye kerukunan antar umat beragama di Amerika Serikat (Foto: istimewa).
Isu radikalisme kembali menghangat di Indonesia setelah Badan Nasional Penanggulanga Terorisme (BNPT) merilis pernyataan ratusan pondok pesantren diduga terafiliasi gerakan terorisme. Cendekiawan Muslim, Imam Shamsi Ali memandang pemerintah Indonesia perlu mendefinisikan radikalisme secara jelas.
"Apa, bagaimana dan kapan sebuah paham atau karakter dimaknai radikal. Sebab seringkali pemaknaan itu salah alamat. Dan akhirnya mengakibatkan kezholiman kepada pihak maupun kelompok tertentu," ujar Imam Shamsi Ali, dikutip Ahad (30/1/2022).
Imam Islamic Center of New York itu teringat di era Presiden GW Bush Jr. Disebabkan oleh peristiwa 9/11 akhirnya Bush melancarkan peperangan yang disebut “War on Terror”.
Baca Juga:Isu Radikalisme Seringkali Digunakan Bangun Citra Buruk Umat Islam
Peperangan kepada teror ini dilakukan secara masif, baik secara global maupun domestik. Oleh karena defenisi teror saat itu juga tidak diperjelas, peperangan kepada terror itu menjadi remang-remang, tidak jelas juntrungannya.
"Bahkan belakangan teridentifikasi kalau “war on terror” itu identik dengan “war on Islam” (peperangan kepada Islam). Walaupun Islam yang dimaksud terlabelkan sebagai “Kelompok radikal”," urainya.
Satu hal lagi yang menjadi dilemma Bush dengan War on Terror ini. Yaitu terjadinya apa yang disebut dengan “guilt by association” atau bersalah karena asosiasi.
"Apa, bagaimana dan kapan sebuah paham atau karakter dimaknai radikal. Sebab seringkali pemaknaan itu salah alamat. Dan akhirnya mengakibatkan kezholiman kepada pihak maupun kelompok tertentu," ujar Imam Shamsi Ali, dikutip Ahad (30/1/2022).
Imam Islamic Center of New York itu teringat di era Presiden GW Bush Jr. Disebabkan oleh peristiwa 9/11 akhirnya Bush melancarkan peperangan yang disebut “War on Terror”.
Baca Juga:Isu Radikalisme Seringkali Digunakan Bangun Citra Buruk Umat Islam
Peperangan kepada teror ini dilakukan secara masif, baik secara global maupun domestik. Oleh karena defenisi teror saat itu juga tidak diperjelas, peperangan kepada terror itu menjadi remang-remang, tidak jelas juntrungannya.
"Bahkan belakangan teridentifikasi kalau “war on terror” itu identik dengan “war on Islam” (peperangan kepada Islam). Walaupun Islam yang dimaksud terlabelkan sebagai “Kelompok radikal”," urainya.
Satu hal lagi yang menjadi dilemma Bush dengan War on Terror ini. Yaitu terjadinya apa yang disebut dengan “guilt by association” atau bersalah karena asosiasi.