Inovatif, Mahasiswa Brawijaya Ciptakan Body Lotion Cegah Covid-19
Dwitisya Rizky Desindatika
Ahad, 25 Juli 2021 - 10:05 WIB
Lima mahasiswa inovator pembuat body lotion yang mampu mencegah Covid 19. Foto: istimewa
Berbagai penelitian dilakukan dalam rangka menanggulangi virus Corona atau Covid-19 yang menjadi penyebab pandemi dunia. Mulai dari alat pemeriksaan hingga vaksin. Namun baru-baru ini ada sekelompok mahasiswa yang membuat inovasi baru, yakni lotion.
Ada lima orang penggagas pelembab atau lotion antiCovid-19. Mereka ini mahasiswa dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya Malang.
Adalah Indri Dwi Fitria, Rani Elvira, Jamiilah Zahrotul Jannah, Kevin, dan Alfain Homis Fadil yang mengembangkan ilmu dan menyumbangkannya karya yang bermanfaat bagi masyarakat luas di masa pandemi.
Di bawah bimbingan dosen, Muhammad Fakhri, para mahasiswa ini mengembangkan penelitian terinspirasi dari penggunaan hand sanitizer yang membuat kulit sebagian orang jadi kering dan iritasi.
Mereka juga menganalisis penggunaan bahan sintetis seperti butlyated hydroxytoluene (BHT) dan paraben pada body lotion memberi efek jangka panjang negatif bagi kesehatan. Melansir Prasetya UB, zat-zat tersebut dapat menjadi penyebab kanker serta beracun,
Berdasarkan permasalahan tersebut, kelima mahasiswa ini membuat lotion tubuh yang diberi nama "Moristin" dengan memanfaatkan kandungan flavonoid dalam daun kelor dan kolagen kulit Ikan Patin.
Indri salah satu anggota tim menjelaskan beberapa kandungan dalam Moristin yang digunakan sebagai penghambat proses interaksi Covid 19. Sementara kandungan Daun Kelor seperti apilin, epicatechin dan hesperetin yang memiliki afinitas baik terhadap sisi aktif ACE2 (Angiotensin Converting Enzyme 2).
Ada lima orang penggagas pelembab atau lotion antiCovid-19. Mereka ini mahasiswa dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya Malang.
Adalah Indri Dwi Fitria, Rani Elvira, Jamiilah Zahrotul Jannah, Kevin, dan Alfain Homis Fadil yang mengembangkan ilmu dan menyumbangkannya karya yang bermanfaat bagi masyarakat luas di masa pandemi.
Di bawah bimbingan dosen, Muhammad Fakhri, para mahasiswa ini mengembangkan penelitian terinspirasi dari penggunaan hand sanitizer yang membuat kulit sebagian orang jadi kering dan iritasi.
Mereka juga menganalisis penggunaan bahan sintetis seperti butlyated hydroxytoluene (BHT) dan paraben pada body lotion memberi efek jangka panjang negatif bagi kesehatan. Melansir Prasetya UB, zat-zat tersebut dapat menjadi penyebab kanker serta beracun,
Berdasarkan permasalahan tersebut, kelima mahasiswa ini membuat lotion tubuh yang diberi nama "Moristin" dengan memanfaatkan kandungan flavonoid dalam daun kelor dan kolagen kulit Ikan Patin.
Indri salah satu anggota tim menjelaskan beberapa kandungan dalam Moristin yang digunakan sebagai penghambat proses interaksi Covid 19. Sementara kandungan Daun Kelor seperti apilin, epicatechin dan hesperetin yang memiliki afinitas baik terhadap sisi aktif ACE2 (Angiotensin Converting Enzyme 2).