home edukasi & pesantren

Amalan-Amalan Mulia di Bulan Rajab, Unggah Status Bisa Berbuah Pahala

Selasa, 08 Februari 2022 - 13:02 WIB
Ustadz Adi Hidayat (foto: istimewa)
Dalam kalender Hijriah, terdapat 12 bulan sesuai dengan ketetapan Allah Ta'ala dalam Al-Qur'an. Dari 12 bulan itu, terdapat 4 bulan yang ditetapkan sebagai bulan haram (bulan mulia), di antaranya Rajab.

Status kemuliaan bulan tersebut sudah ada sejak Rasulullah SAW belum diangkat menjadi Nabi. Orang-orang musyrik sepakat memuliakan empat bulan itu untuk tidak berperang. Ada sanksi-sanksi tertentu jika ada yang melanggar ketetapan tersebut.

Dai kondang Ustadz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan, Rajab merupakan bulan ke-7 dalam kalender Hijriah atau dua bulan sebelum Ramadhan.

"Rajab memiliki arti sesuatu yang diagungkan. Bulan ini sangat dihormati dan bulan yang sangat dijaga dari nilai keburukan (perilaku maksiat). Bahkan, orang yang memiliki sifat jahiliyah atau seburuk apapun, pada masa itu tetap menjaga perdamaian para suku yang bertikai," kata UAH melalui kanal Adi Hidayat Official, dikutip Selasa (8/2/2022).

UAH menuturkan, jika masuk di empat bulan mulia ini (Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab), Rasulullah melarang umat Islam berbuat zalim. Sebaliknya, Baginda Nabi Muhammad SAW memerintahkan memperbanyak amalan shaleh di bulan ini.

"Banyak amalan kebaikan yang bisa kita lakukan, karena baik ayatnya maupun haditsnya tidak merinci dalam menjelaskan apa saja yang dikerjakan (pada bulan Rajab)," ucap UAH.

Maka itu, kata dia, para ulama sepakat Rajab menjadi bulan memperbanyak amalan shaleh dan meningkatkan amalan-amalan fardhu seperti shalat. Selain itu, amalan fardhu perlu dilengkapi dengan ibadah-ibadah sunnah, seperti puasa sunnah maupun tahajud.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
bulan rajab amalan amalan sunnah ustadz adi hidayat ibadah sunnah
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya