Meskipun pesantren berada di bawah pembinaan Kementerian Agama, para santri yang berada di dalamnya tetap menjadi bagian dari masyarakat dan berhak mendapatkan pelayanan kesehatan dari pemerintah daerah
Di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah daerah menyebabkan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) terganggu. Namun begitu, pemerintah didesak agar hak murid untuk ikut TKA tetap terpenuhi.
Prof. Dr. Bambang Setiaji menilai dunia pendidikan perlu beradaptasi dengan kondisi pasar tenaga kerja Indonesia yang didominasi pekerjaan informal dan berpenghasilan relatif rendah. Pendidikan perlu memperkuat karakter mandiri, keterampilan, pengetahuan industri, dan kewirausahaan agar lulusan mampu menciptakan lapangan kerja, bukan hanya bergantung pada lowongan yang tersedia.
Ketua PBNU H. Puji Raharjo mengingatkan pengurus PCNU Kabupaten Bekasi masa khidmat 20262031 agar menjadikan Qanun Asasi sebagai pedoman organisasi. Ia menekankan pentingnya persatuan, kepedulian sosial, serta penguatan peran MWCNU dan ranting dalam melayani masyarakat.
Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan bahwa apapun status kelembagaannyabaik yang sudah terdaftar maupun yang belum mengantongi izin operasionalhak anak untuk memperoleh pendidikan yang aman, layak, dan terlindungi harus tetap menjadi prioritas utama.
Felix Siauw mengecam penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur'an di Sukoharjo. Ia menyoroti dugaan kekerasan, operasi dini hari, hingga buruknya komunikasi polisi.
PBNU mengajak seluruh masyarakat untuk mempercayakan penanganan perkara kepada aparat yang berwenang, mengutamakan musyawarah, serta bersama-sama menjaga Sukoharjo tetap aman, damai, dan kondusif.
PCNU Kota Tangerang Selatan menggelar Bahtsul Masail di Pondok Pesantren Omah Singgah, Pondok Aren, dalam rangka Hari Santri Nasional 2026. Forum tersebut membahas dua persoalan, yakni dilema sisa makanan dan problematika peraturan daerah tentang pengelolaan sampah. Ketua PCNU Tangsel KH Abdullah Mas'ud berharap hasil kajian fikih tersebut dapat menjadi panduan bagi masyarakat sekaligus rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah.
Peristiwa tersebut dikaitkan dengan penyelidikan kasus pembakaran warung babi di Sukoharjo, di mana sejumlah santri sempat dibawa untuk diperiksa sebelum akhirnya dibebaskan.
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menegaskan bahwa pengurus NU harus merangkul seluruh elemen masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas warga Nahdliyin. Ia mengajak pengurus terus membina sumber daya manusia dan menjaga kebersamaan di tengah keberagaman warga NU.
Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), Ubaidillah Amin, mengajak generasi muda dan santri memaknai Hari Sumpah Pemuda dengan kontribusi nyata bagi pembangunan desa. Menurutnya, pemuda perlu berani menggali potensi lokal, mengembangkan kewirausahaan, memanfaatkan teknologi digital, serta meningkatkan keterampilan untuk mendorong kemandirian masyarakat. Nilai-nilai pesantren seperti kedisiplinan, kemandirian, dan pengabdian juga dinilai dapat menjadi bekal bagi santri muda dalam pemberdayaan sosial dan ekonomi. Momentum 28 Oktober diharapkan mendorong generasi muda menjadikan desa sebagai ruang untuk menciptakan peluang, meningkatkan kesejahteraan, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Jika al-Attas mengingatkan kita tentang bahaya hilangnya adab, pemikiran al-Zarnuji mengajak kita menempatkan adab sebagai bagian mendasar dari perjalanan menuntut ilmu.
Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengatakan, program ini merupakan upaya BAZNAS untuk menjaga keberlangsungan pendidikan dan mencetak generasi unggul, berakhlak, serta berdaya saing global menuju Indonesia Emas 2045.
Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA dan sederajat telah dimulai sejak Senin, 26 Oktober 2026. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa TKA bukan penentu kelulusan murid
Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Fathimah Azzahra, menjadi sorotan setelah membagikan kabar kelulusannya dalam sidang skripsi di tengah kesibukannya sebagai aktivis yang aktif berdemonstrasi.
Setiap hari sampah di Bandung Raya ada 5.000 ton dan yang terkelola baru 30 persen yang sejatinya bisa dikelola sejak dari rumah tangga dengan mengurangi, memanfaatkan dan mendaur ulang sampah.