Ketua PBNU H. Puji Raharjo mengingatkan pengurus PCNU Kabupaten Bekasi masa khidmat 2026–2031 agar menjadikan nilai-nilai cinta, kasih sayang, kerukunan, dan persatuan sebagai landasan dalam menjalankan organisasi.Pesan tersebut disampaikan Puji dalam pelantikan pengurus PCNU Kabupaten Bekasi di Antero Hotel Jababeka, Cikarang, Ahad (1/11/2026). Ia mengutip pesan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari yang tertuang dalam Muqaddimah Qanun Asasi, salah satu landasan penting organisasi Nahdlatul Ulama (NU).Menurut Puji, Qanun Asasi tidak seharusnya dipandang sebatas dokumen historis, tetapi menjadi pedoman bagi seluruh pengurus dalam menjalankan roda organisasi. Nilai-nilai di dalamnya juga menjadi pengikat agar seluruh unsur NU dapat berjalan bersama, mulai dari para sesepuh, pengurus terdahulu, kader muda, hingga badan otonom.Pesan tersebut dinilai relevan dengan kondisi Kabupaten Bekasi sebagai kawasan industri yang terus berkembang. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja yang hadir dalam pelantikan menyampaikan bahwa NU dibutuhkan sebagai benteng moral dan spiritual di tengah arus modernisasi.Puji juga mengingatkan pesan KH Hasyim Asy'ari tentang pentingnya keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Hal itu tercermin dalam ungkapan min al-fuqara'i wal-aghniya'i, wad-dhu'afa'i wal-aqwiya'i, yang berarti dari kalangan miskin maupun kaya, serta dari kelompok lemah maupun kuat.Melalui pesan tersebut, pengurus NU diharapkan mampu mengenali kebutuhan masyarakat dan menggerakkan kelompok yang memiliki kemampuan untuk membantu warga yang membutuhkan. Perhatian itu terutama diarahkan pada bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Bekasi yang baru, KH Enjuk Marjuki, menegaskan pentingnya peran Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan pengurus ranting sebagai penggerak organisasi hingga tingkat masyarakat."Jika PCNU adalah otak, maka MWC dan ranting adalah jantungnya. Kalau jantungnya tidak berdenyut, PCNU tidak bergerak," tegasnya.Pesan tersebut menekankan bahwa keberhasilan kepengurusan tidak cukup diukur dari susunan jabatan atau program kerja di tingkat cabang. Peran struktur organisasi hingga tingkat bawah menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan dan kegiatan NU berjalan di tengah masyarakat.Puji menegaskan, keberhasilan kepengurusan dapat dilihat dari manfaat yang dirasakan masyarakat, tumbuhnya kader, serta meningkatnya kepercayaan publik terhadap NU.(/saf/NU)*
