LANGIT7.ID-Situbondo;Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar menegaskan bahwa tugas pengurus NU bukan hanya merangkul semua elemen warga, tetapi juga meningkatkan kualitas Nahdliyin. Pesan ini disampaikan saat peresmian Auditorium KHR As'ad Syamsul Arifin dan Meeting Room KH Ahmad Sufyan Miftahul Arifin di PCNU Situbondo, Selasa (27/10/2026).
Dalam taujihatnya, Kiai Miftach menyoroti pentingnya keseimbangan antara kuantitas dan kualitas warga NU. Ia mengingatkan bahwa jumlah besar tanpa kualitas hanya akan menjadi seperti buih di lautan—tampak menggunung dan indah, tetapi mudah terporak-poranda oleh angin dan aliran air.
"Begitu ada angin yang mengembus, bahkan aliran air sekecil apapun akan bisa memporak-porandakan buih yang menggunung yang tampak indah itu," ujarnya, mengutip pesan Rasulullah SAW.
Merangkul Semua Elemen, dari "Qari" hingga "Korak"
Kiai Miftach juga menekankan bahwa pengurus harus mampu merangkul seluruh elemen warga NU, apa pun latar belakangnya. Ia menyebut keragaman warga NU—mulai dari "qari" (ulama) hingga "korak" (preman)—sebagai realitas yang harus dikelola dengan baik.
"Yang qari dan yang korak itu semua adalah umat kita. Itu tugas kita. Bagaimana yang korak bisa menjadi qari? Itu kalau kita berhasil, masyaallah luar biasa pahala kita," tuturnya.
Ia menilai kegaduhan yang kadang muncul di tubuh NU adalah hal wajar mengingat besarnya organisasi dan beragamnya latar belakang warga. Namun, ia menegaskan bahwa kerumitan dalam kebersamaan organisasi tetap lebih baik daripada kesendirian atau perpecahan.
Kiai Miftach berharap para pengurus NU terus membina dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga Nahdliyin secara berkesinambungan. Ia yakin pengurus mampu memperbaiki dan meningkatkan kualitas anggota NU dari waktu ke waktu.(*/saf)
(lam)