LABGIT7.ID-London;
Jamie Carragher menilai Morgan Rogers menjadi salah satu rekrutan terbaik Chelsea setelah bergabung dari Aston Villa pada bursa transfer musim panas lalu. Bahkan, mantan bek Liverpool itu menyebut biaya transfer senilai Rp2,4 triliun yang dikeluarkan The Blues kini terlihat seperti harga murah. Chelsea memecahkan rekor transfer klub pada Juli lalu untuk mendatangkan Rogers. Transfer tersebut juga menjadikannya pemain Inggris termahal sepanjang sejarah.
Besarnya nilai transfer sempat memunculkan keraguan dari sejumlah pihak terhadap keputusan bisnis klub asal London tersebut. Namun, lebih dari tiga bulan setelah kepindahannya ke Stamford Bridge, performa Rogers mulai menjawab keraguan itu. Dalam 12 penampilan di semua kompetisi, pemain berusia 24 tahun tersebut telah mencetak enam gol dan menyumbangkan empat assist. Rogers kembali menunjukkan pengaruhnya saat Chelsea mengalahkan Manchester United 2-0 pada Sabtu.
Ia mencetak gol individu untuk membuka keunggulan The Blues. Penampilan tersebut turut menarik perhatian Carragher dalam program Monday Night Football di Sky Sports. “Saya rasa ini salah satu transfer pada musim panas lalu yang membuat kita semua bereaksi, ‘Wow’. Angkanya, berapa tadi, Rp2,4 triliun?” kata Carragher. Presenter Sky Sports, Dave Jones, kemudian menyela dengan menyebut biaya tersebut sebagai harga murah.
Carragher pun menyetujui penilaian itu. “Ya, memang sekarang terlihat seperti itu, bukan? Dia benar-benar luar biasa untuk Chelsea dan jelas menjadi pembeda besar pada akhir pekan,” ujarnya. Carragher juga menyoroti kemampuan Rogers dalam mencetak gol dari berbagai posisi. Menurutnya, pemain internasional Inggris itu memiliki karakter permainan yang berbeda dari winger maupun gelandang serang nomor 10. “Dia dimainkan di posisi inside left. Jika mengingat Xabi Alonso sebagai pelatih, dia sangat menginginkan pemain ini.
Rogers bukan winger dan bukan pula pemain nomor 10,” kata Carragher. Ia kemudian membandingkan peran Rogers dengan posisi Florian Wirtz ketika bermain di bawah arahan Alonso di Bayer Leverkusen. “Jika mengingat Florian Wirtz dan perannya di Leverkusen bersama Xabi Alonso, peran itu adalah menempatkan pemain di ruang antarlini sisi kiri,” lanjutnya. Carragher menilai variasi gol yang dicetak Rogers menjadi salah satu bukti kualitas sang pemain. Menurutnya, Rogers tidak hanya mengandalkan satu jenis penyelesaian akhir. “Tembakan-tembakan yang dia hasilkan dan dampak yang diberikan benar-benar menarik. Banyak tembakannya berasal dari posisi yang sama, begitu pula sejumlah golnya. Namun, setiap gol yang dia cetak memiliki karakter berbeda. Itu menunjukkan kualitas pemain ini,” ujar Carragher.
Meski mendapat banyak pujian, Rogers mengaku masih memiliki sejumlah aspek permainan yang ingin ditingkatkan. Setelah kemenangan atas Manchester United, ia mengatakan ingin lebih efektif dalam memanfaatkan peluang di sekitar kotak penalti. “Saya rasa hal yang bisa saya tingkatkan adalah ketajaman di depan gawang. Saya ingin lebih kejam di dalam dan sekitar kotak penalti. Sebelumnya, saya sedikit kecewa karena terkadang mencetak gol indah, tetapi tidak cukup sering mencetak gol-gol yang lebih mudah.
Saya berusaha memperbaikinya di sini,” kata Rogers kepada tim media Chelsea. “Saya berusaha meningkatkan kualitas aksi-aksi akhir saya. Itu menjadi hal terbesar. Sebagai penyerang, saya ingin mencetak gol, memberikan assist, dan menciptakan peluang. Saya ingin terus berkembang. Saya belum mencapai level yang saya inginkan, tetapi ini merupakan awal yang baik,” pungkasnya.
