home global news

Imam Shamsi Ali - Bagian 2

Interaksi Rasulullah SAW dengan Umat Beragama Lain

Rabu, 09 Februari 2022 - 12:17 WIB
Ilustrasi seorang muslim yang memeluk erat kitab suci, Alquran. Foto: LANGIT7/iStock
Sesungguhnya interfaith atau interaksi antar pemeluk agama di dalam hidup Rasulullah SAW sendiri bukan sesuatu yang asing. Kita diingatkan kembali oleh sejarah isteri pertama beliau, Khadijah R.A, yang ternyata dari kalangan keluarga Kristiani di Mekah.

Belakangan ketika Muhammad SAW menerima wahyu pertama justru sepupu Khadijahlah (Waraqah bin Naufal) yang memberikan dukungan moral, bahkan berjanji kelak jika diberikan umur panjang akan menjadi pengikut Rasulullah SAW.

Yang pasti interfaith atau interaksi Rasul dan pengikut agama lain bukan dengan seminar atau konferensi maupun ceramah. Tapi dalam bentuk relasi kehidupan nyata antara rasulullah SAW dan umat beragama lain.

Baca juga: Interfaith dan Islamophobia

Sebagian catatan sejarah itu saya sampaikan di bawah ini:

Pertama, ketika Rasulullah SAW dan pengikutnya mengalami tantangan berat dari pembesar Mekah, bahkan siksaan yang tidak dapat diekspresikan dengan kata-kata. Di saat seperti itu Rasulullah SAW memerintahkan sebagian pengikutnya untuk melakukan hijrah ke sebuah negeri yang penduduknya beragama Nasrani. Negeri itu adalah Habasyah atau lebih dikenal dengan Ethiopia saat ini.

Raja negeri itu adalah seorang Nasrani yang sangat taat. Sangat beragama, santun dan bijak. Raja Najasyi namanya. Beliau saat itu menerima pengikut Muhammad SAW dan melindunginya, bahkan ingin mendengarkan penjelasan tentang agama/keyakinan pendatang itu. Pimpinan pengungsi ketika itu, sepupu Rasulullah SAW Ja'far bin Abi Talib, membacakan ayat-ayat tentang kehidupan Isa dan Ibunya Maryam AS.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
imam shamsi ali interfaith rasulullah saw
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya