4 Isu Prioritas W20 Indonesia 2022, Berdayakan Ekonomi Perempuan
Mahmuda attar hussein
Selasa, 15 Februari 2022 - 14:50 WIB
Co-Chair of W20 Indonesia 2022, Dian Siswarini. (Foto: Istimewa).
Ada 4 isu prioritas dalam Women20 (W20), bagian dari bahasan Presidensi G20. Topik ini menyangkut isu kesetaraan gender dan pemberdayaan ekonomi perempuan.
"W20 adalah engagement group G20, dengan tujuan utama untuk mempromosikan pemberdayaan ekonomi perempuan sebagai isu lintas sektor dalam diskusi G20," ujar Co-Chair of W20 Indonesia 2022, Dian Siswarini, dalam keterangan tertulisnya, dikutip Selasa (15/2/2022).
Dian mengungkapkan, W20 menempatkan isu kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan sebagai fokus diskusi global kaitannya dalam pemulihan ekonomi pascaCovid-19.
Baca Juga: Kominfo Bahas Isu Kesenjangan Digital di Presidensi G20
Adapun strategi Presidensi W20 Indonesia berfokus pada empat isu prioritas. Pertama, mendorong kesetaraan, keamanan, dan kesejahteraan dengan menghilangkan diskriminasi yang menghambat partisipasi perempuan dalam perekonomian.
Kedua, mewujudkan inklusi ekonomi dengan memberikan dukungan kepada UKM perempuan. Ketiga, mengatasi kerentanan untuk meningkatkan ketahanan, dengan fokus pada perempuan penyandang disabilitas dan perempuan di pedesaan.
"Keempat, kesetaraan gender dalam respon kesehatan," tambahnya.
"W20 adalah engagement group G20, dengan tujuan utama untuk mempromosikan pemberdayaan ekonomi perempuan sebagai isu lintas sektor dalam diskusi G20," ujar Co-Chair of W20 Indonesia 2022, Dian Siswarini, dalam keterangan tertulisnya, dikutip Selasa (15/2/2022).
Dian mengungkapkan, W20 menempatkan isu kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan sebagai fokus diskusi global kaitannya dalam pemulihan ekonomi pascaCovid-19.
Baca Juga: Kominfo Bahas Isu Kesenjangan Digital di Presidensi G20
Adapun strategi Presidensi W20 Indonesia berfokus pada empat isu prioritas. Pertama, mendorong kesetaraan, keamanan, dan kesejahteraan dengan menghilangkan diskriminasi yang menghambat partisipasi perempuan dalam perekonomian.
Kedua, mewujudkan inklusi ekonomi dengan memberikan dukungan kepada UKM perempuan. Ketiga, mengatasi kerentanan untuk meningkatkan ketahanan, dengan fokus pada perempuan penyandang disabilitas dan perempuan di pedesaan.
"Keempat, kesetaraan gender dalam respon kesehatan," tambahnya.