Masyarakat Pandeglang Ikut Trauma Healing Pascagempa
Mahmuda attar hussein
Rabu, 16 Februari 2022 - 09:35 WIB
Masyarakat Pandeglang ikut trauma healing pascagempa. (Foto: Istimewa).
Masyarakat di Pandeglang Banteng mengikuti trauma healing pascagempa pada 14 Januari dan 4 Februari 2022. Kala itu guncangannya bermagnitudo 6,6 dan 5,7.
Rasa trauma belum hilang di masyarakat, apalagi mengingat kawasan itu pernah memiliki sejarah dilanda tsunami besar setinggi 20 meter tahun 1883 saat gunung Krakatau meletus.
Hal ini terungkap dari sejumlah warga saat mengikuti trauma healing dan distribusi logistik yang dilakukan lembaga kemanusiaan Indonesia Care di Desa Pasir Kadu, Pandeglang Banten, Minggu (13/2/2022).
Baca Juga: Gempa Bumi Terkini Bermagnitudo 3,8 Guncang Sukabumi
Komandan Pusat Brigade Relawan Nusantara (BRN) Indonesia Care, Farhan Muhammad mengatakan, tim berusaha membangkitkan kembali trauma healing masyarakat di sana.
"Kita harus bangkitkan kembali optimisme dan semangat mereka. Ketakutan mereka bisa berubah jadi kewaspadaan. Mereka harus tetap ceria," ujar Farhan dalam keterangannya, Rabu (16/2/2022).
Untuk kegiatan distribusi logistik dan trauma healing, Indonesia Care mengerahkan 16 relawan dari sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta dan Perguruan Tinggi Ilmu Al Qur'an (PTIQ), serta relawan pendongeng, bang Iwan.
Rasa trauma belum hilang di masyarakat, apalagi mengingat kawasan itu pernah memiliki sejarah dilanda tsunami besar setinggi 20 meter tahun 1883 saat gunung Krakatau meletus.
Hal ini terungkap dari sejumlah warga saat mengikuti trauma healing dan distribusi logistik yang dilakukan lembaga kemanusiaan Indonesia Care di Desa Pasir Kadu, Pandeglang Banten, Minggu (13/2/2022).
Baca Juga: Gempa Bumi Terkini Bermagnitudo 3,8 Guncang Sukabumi
Komandan Pusat Brigade Relawan Nusantara (BRN) Indonesia Care, Farhan Muhammad mengatakan, tim berusaha membangkitkan kembali trauma healing masyarakat di sana.
"Kita harus bangkitkan kembali optimisme dan semangat mereka. Ketakutan mereka bisa berubah jadi kewaspadaan. Mereka harus tetap ceria," ujar Farhan dalam keterangannya, Rabu (16/2/2022).
Untuk kegiatan distribusi logistik dan trauma healing, Indonesia Care mengerahkan 16 relawan dari sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta dan Perguruan Tinggi Ilmu Al Qur'an (PTIQ), serta relawan pendongeng, bang Iwan.