Komunitas Ruang Indonesia Bercerita, Wadah Ekspresi Penyandang Disabilitas
Fajar adhitya
Rabu, 16 Februari 2022 - 13:00 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Empat mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menginisiasi berdirinya Komunitas Ruang Indonesia Bercerita (RIB). Komunitas ini memiliki visi mewujudkan Indonesia sebagai negara inklusif, ramah bagi penyandang disabilitas.
Keempat mahasiswa tersebut yaitu Naufal Allam Gumelar, Maulana Danar Maaliki H., Ryan Anggara, Aprilia Rizki Arifah dari Program Studi (Prodi) S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) dan satu mahasiswa dari Prodi S-1 Pendidikan Luar Biasa (PLB) UNS, Yoga Pradana.
Salah satu mahasiswa yang menginisiasi berdirinya RIB, Maulana Danar Maaliki mengatakan, RIB merupakan komunitas literasi yang bergerak untuk mewadahi bakat, aspirasi, dan ekspresi penyandang disabilitas di Indonesia. RIB berkomitmen senantiasa mengembangkan inovasi dan kreasi penyandang disabilitas untuk mewujudkan Indonesia yang inklusif.
Baca Juga:4 Isu Prioritas W20 Indonesia 2022, Berdayakan Ekonomi Perempuan
“Terbentuknya RIB untuk mengembangkan inovasi dan kreasi teman-teman berkebutuhan khusus serta menjadikan individu yang lebih merdeka. RIB sebagai wadah menampung Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Indonesia untuk dengan leluasa bercerita dan berkespresi,” ungkap Danar dikutip Rabu (16/2/2022).
Hadirnya RIB bercermin dari acara Pekan Bahasa dan Sastra (PBS) acara tahunan dari Prodi PBSI UNS. Melalui PBS terbersitlah ide untuk memberikan ruang kepada anak-anak berkebutuhan khusus melalui kegiatan berbasis sastra. Saat ini target RIB adalah siswa SD, SMP, SMA, dan sederajat.
Secara khusus tujuan pendirian RIB yang pertama ialah untuk mengubah stigma negatif di masyarakat dalam memandang ABK. Kedua untuk mendukung ABK bisa bebas berekspresi dan mengembangkan potensinya terkhusus dalam bidang sastra.
Keempat mahasiswa tersebut yaitu Naufal Allam Gumelar, Maulana Danar Maaliki H., Ryan Anggara, Aprilia Rizki Arifah dari Program Studi (Prodi) S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) dan satu mahasiswa dari Prodi S-1 Pendidikan Luar Biasa (PLB) UNS, Yoga Pradana.
Salah satu mahasiswa yang menginisiasi berdirinya RIB, Maulana Danar Maaliki mengatakan, RIB merupakan komunitas literasi yang bergerak untuk mewadahi bakat, aspirasi, dan ekspresi penyandang disabilitas di Indonesia. RIB berkomitmen senantiasa mengembangkan inovasi dan kreasi penyandang disabilitas untuk mewujudkan Indonesia yang inklusif.
Baca Juga:4 Isu Prioritas W20 Indonesia 2022, Berdayakan Ekonomi Perempuan
“Terbentuknya RIB untuk mengembangkan inovasi dan kreasi teman-teman berkebutuhan khusus serta menjadikan individu yang lebih merdeka. RIB sebagai wadah menampung Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Indonesia untuk dengan leluasa bercerita dan berkespresi,” ungkap Danar dikutip Rabu (16/2/2022).
Hadirnya RIB bercermin dari acara Pekan Bahasa dan Sastra (PBS) acara tahunan dari Prodi PBSI UNS. Melalui PBS terbersitlah ide untuk memberikan ruang kepada anak-anak berkebutuhan khusus melalui kegiatan berbasis sastra. Saat ini target RIB adalah siswa SD, SMP, SMA, dan sederajat.
Secara khusus tujuan pendirian RIB yang pertama ialah untuk mengubah stigma negatif di masyarakat dalam memandang ABK. Kedua untuk mendukung ABK bisa bebas berekspresi dan mengembangkan potensinya terkhusus dalam bidang sastra.