Muhammadiyah Gagas Aplikasi Dakwah, 3 Fiturnya Khusus Difabel
Muhajirin
Rabu, 16 Februari 2022 - 21:00 WIB
Drs. Farid B. Siswantoro dalam peluncuran Aplikasi Dakwah Difabel (foto: Muhammadiyah)
Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PW Muhammadiyah DIY, Drs. Farid B. Siswantoro, menyatakan bahwa Muhammadiyah sedang menggagas aplikasi dakwah difabel di era digital.
Farid mengungkapkan, program Muhammadiyah ini bertujuan membantu teman-teman penyandang disabilitas. Kegiatan yang diikuti oleh Majelis Tabligh, Majelis Tarjih, dan Majelis Pustaka dan Informasi ini meluncurkan aplikasi Dakwah Difabel.
Dari 10 menu di dalamnya, 3 di antaranya diperuntukkan bagi disabilitas tuli sedangkan 7 lainnya untuk masyarakat umum.
"Seberapa banyak bisa kita lihat, artinya seberapa banyak warga difabel itu masuk di dalam ranah publik, terlibat dalam kegiatan-kegiatan masyarakat, itu tidak banyak," tutur Farid, yang juga menjabat Komite Pemenuhan dan Perlindungan Hak Disabilitas DIY, dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, Rabu (16/2/2022).
Meskipun telah banyak membuat program difabel, hal ini tidak menghentikan Muhammadiyah untuk cukup membuat program khusus itu. Ke depan, Muhammadiyah hendak membangun Muhammadiyah Ramah Difabel.
Rumah Difabel ini memberi perhatian dan menyediakan fasilitas memadai, sehingga teman-teman difabel bisa terlibat dalam semua kegiatan masyarakat.
Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) memiliki data masing-masing terkait difabel.
Farid mengungkapkan, program Muhammadiyah ini bertujuan membantu teman-teman penyandang disabilitas. Kegiatan yang diikuti oleh Majelis Tabligh, Majelis Tarjih, dan Majelis Pustaka dan Informasi ini meluncurkan aplikasi Dakwah Difabel.
Dari 10 menu di dalamnya, 3 di antaranya diperuntukkan bagi disabilitas tuli sedangkan 7 lainnya untuk masyarakat umum.
"Seberapa banyak bisa kita lihat, artinya seberapa banyak warga difabel itu masuk di dalam ranah publik, terlibat dalam kegiatan-kegiatan masyarakat, itu tidak banyak," tutur Farid, yang juga menjabat Komite Pemenuhan dan Perlindungan Hak Disabilitas DIY, dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, Rabu (16/2/2022).
Meskipun telah banyak membuat program difabel, hal ini tidak menghentikan Muhammadiyah untuk cukup membuat program khusus itu. Ke depan, Muhammadiyah hendak membangun Muhammadiyah Ramah Difabel.
Rumah Difabel ini memberi perhatian dan menyediakan fasilitas memadai, sehingga teman-teman difabel bisa terlibat dalam semua kegiatan masyarakat.
Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) memiliki data masing-masing terkait difabel.