Kemendag Luncurkan Program Aku Siap Ekspor 2.0
Mahmuda attar hussein
Kamis, 24 Februari 2022 - 18:30 WIB
Ilustrasi ekspor dan impor barang. (Foto: Istimewa).
Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) meluncurkan program Aku Siap Ekspor (ASE) 2.0, guna mendorong produk dalam negeri menjangkau pasar ekspor.
Program yang merupakan lanjutan ASE tahap pertema itu, diluncurkan pada Rabu 23 Februari 2022. Adapun ASE tahap ke-1 telah dilaksanakan sejak Juni 2021 dengan membukukan potensi transaksi ekspor sebesar USD377.889 atau sebesar Rp5,6 miliar, serta transaksi potensial untuk pasar domestik sebesar Rp6,8 miliar.
“Kemendag meluncurkan program kedua dengan nama ASE 2.0, yang cakupannya diperluas bukan hanya produk dekorasi rumah, tapi juga furnitur dan produk gaya hidup,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Didi Sumedi dalam keterangannya, dikutip Kamis (24/2/2022).
Baca Juga:Jokowi Lepas Ekspor Perdana Toyota Fortuner Ke Australia
Selain itu, target pasar ASE 2.0 diperluas dengan merambah ke negara yang memiliki perjanjian dagang dengan Indonesia, baik secara regional maupun bilateral. Di antaranya seperti Jepang, Australia, Swiss, Norwegia, Korea Selatan, Chile, Tiongkok, Mozambik, dan negara kawasan ASEAN.
Dia berharap, langkah tersebut dapat membuat para eksportir di Tanah Air lebih proaktif dalam memanfaatkan preferensi penurunan tarif, serta mendorong pengembangan ekspor ke negara nontradisional.
"Program ini ditargetkan memberikan pendampingan kepada 50 pelaku usaha yang sebelumnya akan diseleksi scara ketat," ujarnya.
Program yang merupakan lanjutan ASE tahap pertema itu, diluncurkan pada Rabu 23 Februari 2022. Adapun ASE tahap ke-1 telah dilaksanakan sejak Juni 2021 dengan membukukan potensi transaksi ekspor sebesar USD377.889 atau sebesar Rp5,6 miliar, serta transaksi potensial untuk pasar domestik sebesar Rp6,8 miliar.
“Kemendag meluncurkan program kedua dengan nama ASE 2.0, yang cakupannya diperluas bukan hanya produk dekorasi rumah, tapi juga furnitur dan produk gaya hidup,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Didi Sumedi dalam keterangannya, dikutip Kamis (24/2/2022).
Baca Juga:Jokowi Lepas Ekspor Perdana Toyota Fortuner Ke Australia
Selain itu, target pasar ASE 2.0 diperluas dengan merambah ke negara yang memiliki perjanjian dagang dengan Indonesia, baik secara regional maupun bilateral. Di antaranya seperti Jepang, Australia, Swiss, Norwegia, Korea Selatan, Chile, Tiongkok, Mozambik, dan negara kawasan ASEAN.
Dia berharap, langkah tersebut dapat membuat para eksportir di Tanah Air lebih proaktif dalam memanfaatkan preferensi penurunan tarif, serta mendorong pengembangan ekspor ke negara nontradisional.
"Program ini ditargetkan memberikan pendampingan kepada 50 pelaku usaha yang sebelumnya akan diseleksi scara ketat," ujarnya.