Pesona Hijab Jumputan ala Palembang dari Jejak Aisyah
Rio adi pratama
Rabu, 28 Juli 2021 - 12:41 WIB
Hijab jumputan dari Jejak Aisyah. Foto: Langit7.id/Instagram.com/jejakaisyah
Kain jumputan memiliki keunikan tersendiri. Berbeda dengan batik, proses kain jumputan tak menyertakan lapisan lilin, melainkan setelah dilukis dan diikat, kain langsung direndam pada pewarna.
Keunikaan ini yang ditawarkan oleh "Jejak Aisyah" brand lokal asal Palembang lewat berbagai lini produk. Cukup beragam mulai dari kain jumputan, selendang jumputan, jilbab jumputan, masker Jumputan, tas jumputan, hingga gelang jumputan.
Soal produk yang paling laku, penggagas Jejak Aisyah, Angel Eva Christine - Aisyah, mengaku hijab Jumputan yang paling diminati. "Ya, itu yang paling laris dibeli hijaber sekarang ini,” ungkapnya kepada Langit7.ID di Palembang, Selasa (27/7/2021).
Wanita kelahiran Medan, 1 September 1984 ini mengatakan hijab jumputan tak beda dengan kain jumputan ukuran besar. Seluruhnya pengerjaannya dilakukan secara manual, mulai dari melukis motif, menjahit jumputan sesuai pola, hingga mencelup ke warna.
“Semuanya itu terbuat dari kain jumputan handmade atau dikerjakan dengan tangan perajin,” kata mantan penyiar radio selama 15 tahun (2003 - 2018) ini.
Hijab yang ia tawarkan tak hanya satu motif "Saya buat modelnya bisa dipakai dua model. Jadi beli satu hijab tuh, bisa dipakai bolak-balik, baik pada bagian sisi Jumputan-nya maupun pada bisa sisi polos juga bisa,” jelasnya
Pemilik akun Instagram @AngelEvaChristine mengungkapkan mayoritas pelanggan saat ini orang Indonesia. “Tapi, kalau yang rajin membeli itu kebanyakan dari luar Kota Palembang,” ucap dia.
Keunikaan ini yang ditawarkan oleh "Jejak Aisyah" brand lokal asal Palembang lewat berbagai lini produk. Cukup beragam mulai dari kain jumputan, selendang jumputan, jilbab jumputan, masker Jumputan, tas jumputan, hingga gelang jumputan.
Soal produk yang paling laku, penggagas Jejak Aisyah, Angel Eva Christine - Aisyah, mengaku hijab Jumputan yang paling diminati. "Ya, itu yang paling laris dibeli hijaber sekarang ini,” ungkapnya kepada Langit7.ID di Palembang, Selasa (27/7/2021).
Wanita kelahiran Medan, 1 September 1984 ini mengatakan hijab jumputan tak beda dengan kain jumputan ukuran besar. Seluruhnya pengerjaannya dilakukan secara manual, mulai dari melukis motif, menjahit jumputan sesuai pola, hingga mencelup ke warna.
“Semuanya itu terbuat dari kain jumputan handmade atau dikerjakan dengan tangan perajin,” kata mantan penyiar radio selama 15 tahun (2003 - 2018) ini.
Hijab yang ia tawarkan tak hanya satu motif "Saya buat modelnya bisa dipakai dua model. Jadi beli satu hijab tuh, bisa dipakai bolak-balik, baik pada bagian sisi Jumputan-nya maupun pada bisa sisi polos juga bisa,” jelasnya
Pemilik akun Instagram @AngelEvaChristine mengungkapkan mayoritas pelanggan saat ini orang Indonesia. “Tapi, kalau yang rajin membeli itu kebanyakan dari luar Kota Palembang,” ucap dia.