LANGIT7.ID, Jakarta - Kain jumputan memiliki keunikan tersendiri. Berbeda dengan batik, proses kain jumputan tak menyertakan lapisan lilin, melainkan setelah dilukis dan diikat, kain langsung direndam pada pewarna.
Keunikaan ini yang ditawarkan oleh "Jejak Aisyah" brand lokal asal Palembang lewat berbagai lini produk. Cukup beragam mulai dari kain jumputan, selendang jumputan, jilbab jumputan, masker Jumputan, tas jumputan, hingga gelang jumputan.
Soal produk yang paling laku, penggagas Jejak Aisyah, Angel Eva Christine - Aisyah, mengaku hijab Jumputan yang paling diminati. "Ya, itu yang paling laris dibeli hijaber sekarang ini,” ungkapnya kepada Langit7.ID di Palembang, Selasa (27/7/2021).
Wanita kelahiran Medan, 1 September 1984 ini mengatakan hijab jumputan tak beda dengan kain jumputan ukuran besar. Seluruhnya pengerjaannya dilakukan secara manual, mulai dari melukis motif, menjahit jumputan sesuai pola, hingga mencelup ke warna.
“Semuanya itu terbuat dari kain jumputan handmade atau dikerjakan dengan tangan perajin,” kata mantan penyiar radio selama 15 tahun (2003 - 2018) ini.
Hijab yang ia tawarkan tak hanya satu motif "Saya buat modelnya bisa dipakai dua model. Jadi beli satu hijab tuh, bisa dipakai bolak-balik, baik pada bagian sisi Jumputan-nya maupun pada bisa sisi polos juga bisa,” jelasnya
![Pesona Hijab Jumputan ala Palembang dari Jejak Aisyah]()
Pemilik akun Instagram @AngelEvaChristine mengungkapkan mayoritas pelanggan saat ini orang Indonesia. “Tapi, kalau yang rajin membeli itu kebanyakan dari luar Kota Palembang,” ucap dia.
Ia mengatakan memanfaatkan media sosial untuk memamerkan hasil karya para perajin andalannya. "Semua produk bisa langung dicek media sosial Instagram @jejakaisyah.
Saat ia terus berkomitmen untuk mengenalkan kain jumputan ke kalangan muda di Indonesia. Sebab kain biasa kurang diminati kalangan muda.
“Kan biasanya kalau pakai Kain Jumputan saja seperti orang tua saja. Makanya saya putar otak, jadi membuat Srunchie Jumputan, Gelang Jumputan, Hijab Jumputan hingga Tas Jumputan. Ya, ini salah satu cara saya agar Jumputan dikenal masyarakat luas,”
(arp)