home masjid

Masjid Bersejarah di Karimun Riau, Jadi Mercusuar Pelaut Abad 19

Rabu, 28 Juli 2021 - 17:30 WIB
Masjid Raja Haji Abdul Ghani di Karimun Riau. (Foto: Anugerah Masjid),
Masjid tua bersejarah yang terletak di Desa Buru, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau memiliki sejarah khusus pada abad 19. Ketika itu dijadikan tumpuan navigasi pelayaran.

Rumah ibadah dengan nama Masjid Raja H Abdul Ghani didirikan oleh Abdul Ghani bin Raja Idris bin Raja Haji Fisabilillah, amir pertama di Pulau Buru semasa Kerajaan Riau-Lingga, diperintahkan Sultan Abdul Rahman Muazzamsyah.

Masjid yang dibangun pada abad 19 ini didesain seorang Tionghoa yang membangun Vihara di sekitar lokasi, tak jauh dari masjid tersebut. Pada masa lalu, rumah ibadah ini sangat terkenal dan menjadi tumpuan navigasi pelayaran.

Menara yang menjulang setinggi 11 meter menjadikan Masjid Raja H Abdul Ghani sebagai mercusuar, tanda bagi Pulau Buru dalam peta laut dan peta perlayaran Kepulauan Riau pada masa itu.

Mengutip data SIMAS Kementerian Agama, masjid ini tercatat dalam peta laut dan alur pelayaran Riow-Lingga Archipel yang dibuat oleh angkatan laut Belanda tahun 1898-1899 dan diterbitkan tahun 1901 di s-Gravenhage (Den Haag).

Arsitektur Masjid Raja H Abdul Ghani didominasi warna kuning cerah. Sebagaimana warna pada masjid-masjid peninggalan Kerajaan Melayu, seperti Masjid Raya Sultan Riau di Pulau Penyengat.

Konon, kedua masjid ini aslinya berwarna putih. Hal ini dikemukakan oleh Controleur Indragiri dalam laporan penyelidikannya tentang kawasan pemukiman Orang Cina dan Kawasan Permukiman campuran pada 1888.
(bal)
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
masjid masjid bersejarah riau
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya