home global news

Penyuluh Agama Islam Berperan Jaga Kerukunan di Indonesia

Jum'at, 25 Maret 2022 - 04:00 WIB
Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag), Kamaruddin Amin berpesan kepada 50 agen resolusi konflik harus mampu menangani masalah dan potensi yang mengarah ke konflik. Foto: Istimewa.
Indonesia sebagai negara yang memiliki keberagaman tertinggi di dunia sangat berpotensi terjadinya konflik yang destruktif. Oleh karena itu, Penyuluh Agama Islam (PAI) diharapkan dapat berperan menjaga kerukunan di Indonesia.

Demikian disampaikan Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag), Kamaruddin Amin pada pembekalan Seleksi Penyuluh Agen Resolusi Konflik (SPARK). Ia berpesan kepada 50 agen resolusi konflik harus mampu menangani masalah dan potensi yang mengarah ke konflik melalui langkah preventif, mitigatif, dan solutif.

“Penyuluh adalah tokoh sentral dalam mengelola keberagaman yang menjadi rahmat dari Allah Swt bagi Indonesia,” kata Kamaruddin dikutip siaran pers Jumat (25/3/2022).

Baca Juga:MUI Akan Sosialisasi Masif Hari Internasional Lawan Islamophobia

Ia menambahkan, PAI hendaknya tidak hanya berorientasi eskatologis, tapi harus hadir dalam permasalahan seperti radikalisme. Selain itu, Kamaruddin berharap, penyuluh menjadi rujukan dalam menghadapi persoalan yang terjadi di masyarakat. Penyuluh harus menjadi tokoh yang berpengaruh bukan terpengaruh.

“Penyuluh harus mengetahui seluruh masalah yang terjadi di masyarakat, bahkan isu-isu besar sekalipun penyuluh harus hadir,” tuturnya.

Sebanyak 50 Penyuluh Agama Islam (PAI) yang lolos Seleksi Penyuluh Agen Resolusi Konflik (SPARK) dari 1.218 pendaftar se-Indonesia adalah orang-orang terplih. Sebagai Agen Resolusi Konflik yang dipilih melalui seleksi ketat, penyuluh harus mampu membaca literatur dan realitas.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
kemenag kerukunan umat beragama kamaruddin amin penyuluh agama semangat kerukunan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya