home wirausaha syariah

Harga Kedelai Terus Naik, Menkop UKM: Kacang Koro Jadi Substitusi Impor

Sabtu, 02 April 2022 - 10:03 WIB
Tingginya harga impor kedelai menyebabkan langkanya pasokan tahu dan tempe di pasaran. Foto: Langit7/iStock
Tingginya kebutuhan dan harga kacang kedelai diprediksi akan terus berlanjut. Namun, 95 persen kebutuhan kedelai nasional dipasok dari impor. Dari jumlah tersebut, 60 persen di antaranya diserap untuk produksi tempe dan tahu dalam negeri.

Diperkirakan hingga Juli 2022, harga komoditas kedelai akan terus naik. Hal tersebut tentu saja berimbas pada ketersediaan tempe dan tahu di pasar.

Melihat kondisi tersebut, Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengembangkan perkebunan kacang koro berbasis koperasi di Indonesia sebagai subtitusi kedelai impor.

Baca juga: Koperasi BUMR Dorong Penggunaan Kacang Koro Stop Impor Kedelai

Dan diperkirakan, hingga Juli 2022, harga komoditas kedelai akan terus naik. Tentu saja, hal ini berimplikasi pada ketersediaan tempe dan tahu di pasar.

Dengan kondisi seperti itu, tak usah heran bila Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki terus tancap gas melaju mengembangkan perkebunan Kacang Koro berbasis koperasi di Indonesia.

"Kita akan kembangkan Kacang Koro sebagai substitusi kedelai impor. Gerakan Koronisasi akan terus kita gaungkan," tegas MenKopUKM, pada pembukaan acara Festival Olahan Pangan Lokal Berbasis Kacang Koro, di Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (1/4).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
kacang koro menkop ukm kacang kedelai substitusi impor
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya