Herman Deru: Petani Harus Memiliki Jiwa Wirausaha
Rio adi pratama
Kamis, 29 Juli 2021 - 21:30 WIB
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru. Foto: Humas Pemprov Sumsel
Semua pemangku kepentingan, mulai dari pelaku usaha maupun masyarakat umum berkolaborasi mengedukasi para petani agar tetap bangga dengan profesinya menggeluti bidang pertanian, perkebunan, peternakan. Semangat entreprenuer harus dibangun pada petani.
“Petani yang ada di Sumsel harus memiliki jiwa entreprenuer (wirausaha),” ujar Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru di Palembang, Kamis (29/7).
Menurut Herman, kurangnya informasi yang diterima oleh masyarakat mengenai profesi petani menjadikan minimnya kemauan masyarakat untuk fokus pada usaha produksi pangan.
Karena itu, sambung dia, perlu berbagai upaya dilakukan pemerintah provinsi setempat dalam pengadaan pangan mulai dari hulu hingga hilirnya.
“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dalam ketahanan pangan, agar masyarakat tertarik menggeluti profesi ini tugas kita mengedukasi masyarakat agar mereka tangguh didalam menghadapi gejolak yang ada terlebih di tengah pandemi Covid-19 saat ini,” katanya.
Dia mengakui, sektor pangan merupakan sektor yang paling diandalkan pada saat masa pandemi. Yang mana, semua sektor turun bahkan terkontraksi sampai lima persen.
Oleh sebab itu, lanjut dia, pemerintah provinsi setempat melakukan sejumlah upaya khusus dan strategis dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan daerah.
“Petani yang ada di Sumsel harus memiliki jiwa entreprenuer (wirausaha),” ujar Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru di Palembang, Kamis (29/7).
Menurut Herman, kurangnya informasi yang diterima oleh masyarakat mengenai profesi petani menjadikan minimnya kemauan masyarakat untuk fokus pada usaha produksi pangan.
Karena itu, sambung dia, perlu berbagai upaya dilakukan pemerintah provinsi setempat dalam pengadaan pangan mulai dari hulu hingga hilirnya.
“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dalam ketahanan pangan, agar masyarakat tertarik menggeluti profesi ini tugas kita mengedukasi masyarakat agar mereka tangguh didalam menghadapi gejolak yang ada terlebih di tengah pandemi Covid-19 saat ini,” katanya.
Dia mengakui, sektor pangan merupakan sektor yang paling diandalkan pada saat masa pandemi. Yang mana, semua sektor turun bahkan terkontraksi sampai lima persen.
Oleh sebab itu, lanjut dia, pemerintah provinsi setempat melakukan sejumlah upaya khusus dan strategis dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan daerah.