BMKG Pastikan Alat Pengamatan Cuaca Penerbangan Berjalan Baik
Ummu hani
Selasa, 19 April 2022 - 19:35 WIB
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati. (Foto: ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)
Menyambut persiapan mudik Lebaran 2022, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan seluruh penunjang
keselamatan terutama untuk penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta dalam keadaan prima. Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG Dwikorita Karnawatisaat meninjau kesiapan alat pengamatan AWOS (Automated Weather Observing System).
"Mudik 2022 ini diperkirakan menjadi yang tersibuk akibat selama dua tahun terakhir banyak warga yang tertahan tidak mudik. Kami terus memastikan seluruh peralatan yang dimiliki BMKG berjalan dengan baik tanpa gangguan sekecil apapun," ujar Dwikorita dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (19/4/2022).
Baca Juga:BMKG Imbau Warga Berhati-hati Zona Aktif Gempa saat Mudik Lebaran
Alat AWOS ini dilengkapi sejumlah sensor seperti sensor suhu-kelembaban, sensor tekanan, sensor curah hujan, sensor arah serta kecepatan angin dan sensor radiasi matahari. Dwikorta menuturkan, data-data seperti iklim, cuaca, arah angin, dan curah hujan sangat penting dalam membuat rencana penerbangan (flight plan). Data tersebut berperan signifikan dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan penumpang.
"Alat-alat tersebut berperan penting dalam menjaga keselamatan penerbangan terutama saat take off dan landing ataupun selama berada di jalur penerbangan. BMKG mendukung navigasi khususnya untuk meberikan informasi cuaca secara realtime atau prediktif 6 jam sebelum terbang," katanya.
BMKG turut memastikan performa display Radar dan Satelit Cuaca, LIDAR (Light Detection and Ranging), TDWR (Terminal Doppler Weather Radar), Wind Profiler, WODS (Weather Observing Display System), serta LLWAS ( Low Level Wind Shear Alert System) yang berada di ujung landasan Bandara Soekarno-Hatta, berjalan dengan baik.
keselamatan terutama untuk penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta dalam keadaan prima. Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG Dwikorita Karnawatisaat meninjau kesiapan alat pengamatan AWOS (Automated Weather Observing System).
"Mudik 2022 ini diperkirakan menjadi yang tersibuk akibat selama dua tahun terakhir banyak warga yang tertahan tidak mudik. Kami terus memastikan seluruh peralatan yang dimiliki BMKG berjalan dengan baik tanpa gangguan sekecil apapun," ujar Dwikorita dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (19/4/2022).
Baca Juga:BMKG Imbau Warga Berhati-hati Zona Aktif Gempa saat Mudik Lebaran
Alat AWOS ini dilengkapi sejumlah sensor seperti sensor suhu-kelembaban, sensor tekanan, sensor curah hujan, sensor arah serta kecepatan angin dan sensor radiasi matahari. Dwikorta menuturkan, data-data seperti iklim, cuaca, arah angin, dan curah hujan sangat penting dalam membuat rencana penerbangan (flight plan). Data tersebut berperan signifikan dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan penumpang.
"Alat-alat tersebut berperan penting dalam menjaga keselamatan penerbangan terutama saat take off dan landing ataupun selama berada di jalur penerbangan. BMKG mendukung navigasi khususnya untuk meberikan informasi cuaca secara realtime atau prediktif 6 jam sebelum terbang," katanya.
BMKG turut memastikan performa display Radar dan Satelit Cuaca, LIDAR (Light Detection and Ranging), TDWR (Terminal Doppler Weather Radar), Wind Profiler, WODS (Weather Observing Display System), serta LLWAS ( Low Level Wind Shear Alert System) yang berada di ujung landasan Bandara Soekarno-Hatta, berjalan dengan baik.