LANGIT7.ID, Jakarta - Menyambut persiapan mudik Lebaran 2022, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (
BMKG) memastikan seluruh penunjang
keselamatan terutama untuk penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta dalam keadaan prima. Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat meninjau kesiapan alat pengamatan AWOS (Automated Weather Observing System).
"Mudik 2022 ini diperkirakan menjadi yang tersibuk akibat selama dua tahun terakhir banyak warga yang tertahan tidak
mudik. Kami terus memastikan seluruh peralatan yang dimiliki BMKG berjalan dengan baik tanpa gangguan sekecil apapun," ujar Dwikorita dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (19/4/2022).
Baca Juga: BMKG Imbau Warga Berhati-hati Zona Aktif Gempa saat Mudik LebaranAlat AWOS ini dilengkapi sejumlah sensor seperti sensor suhu-kelembaban, sensor tekanan, sensor curah hujan, sensor arah serta kecepatan angin dan sensor radiasi matahari. Dwikorta menuturkan, data-data seperti iklim, cuaca, arah angin, dan curah hujan sangat penting dalam membuat rencana penerbangan (flight plan). Data tersebut berperan signifikan dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan penumpang.
"Alat-alat tersebut berperan penting dalam menjaga keselamatan penerbangan terutama saat take off dan landing ataupun selama berada di jalur penerbangan. BMKG mendukung navigasi khususnya untuk meberikan informasi cuaca secara realtime atau prediktif 6 jam sebelum terbang," katanya.
BMKG turut memastikan performa display Radar dan Satelit Cuaca, LIDAR (Light Detection and Ranging), TDWR (Terminal Doppler Weather Radar), Wind Profiler, WODS (Weather Observing Display System), serta LLWAS ( Low Level Wind Shear Alert System) yang berada di ujung landasan Bandara Soekarno-Hatta, berjalan dengan baik.
Baca Juga: Kabar Gembira! Pemudik Usia di Bawah 18 tahun Tak Perlu PCR dan AntigenSementara itu, dalam kesempatan yang sama, Dwikorita juga mengunjungi JATSC (Jakarta Air Traffic Service Centre) yang berlokasi di kawasan
Bandara Soekarno-Hatta. Berbagai informasi cuaca penerbangan hasil pengamatan BMKG disajikan melalui sejumlah alat display di tower ATC (Air Traffic Controller).
Data dari peralatan pengamatan BMKG berfungsi untuk membantu pengaturan lalu lintas udara dengan melihat data pergerakan pesawat yang disandingkan radar serta satelit cuaca ter-update. Data BMKG juga berguna untuk membantu efisiensi holding maupun takeoff atau landing.
Dwikorita menegaskan, setiap penerbangan harus selalu memperhatikan faktor alam termasuk meteorologi. BMKG dituntut untuk menghasilkan data dan informasi yang detail, cepat, tepat, dan akurat.
"Karenanya, secara rutin BMKG melakukan pengecekan kondisi alat dan melakukan kalibrasi alat guna memastikan seluruh peralatan berfungsi dengan baik. Sehingga tujuan akhir, yaitu keselamatan masyarakat dapat terwujud," ucapnya.
Baca Juga:
Buat Pemudik, Berikut Rute Pengalihan One Way yang Akan Berlaku
Yuk Simak, Ini Cara Daftar Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta(asf)