LANGIT7.ID, Jakarta,- - Lini masa media sosial dihebohkan dengan unggahan warganet yang memperlihatkan
fenomena awan berwarna pelangi. Menurut informasi dalam unggahan, fenomena tersebut muncul di kawasan Sentul City,
Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Jumat (1/5/2026).
"
Awan pelangi muncul di langit Sentul City pada Jumat (1/5) sekitar pukul 14.00 WIB," demikian bunyi keterangan unggahan akun Instagram @tsmedia, dilihat Sabtu (2/5/2026).
Baca juga: Menyaksikan Fenomena Flower Moon Pada 2 Mei Tak Butuh Teleskop, Ini Waktu Terbaik MelihatnyaAkun tersebut menjelaskan bahwa
fenomena awan pelangi berlangsung selama kurang lebih 30 menit sebelum akhirnya benar-benar hilang.
"Fenomena ini berlangsung sekitar 30 menit sebelum menghilang, lalu disusul
perubahan cuaca menjadi mendung dan hujan," lanjutnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bawah fenomena awan warna-warni itu merupakan optik atmosfer yang wajar terjadi.
Pelaksana Harian Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menerangkan bahwa warna-warni tersebut terbentuk karena pembiasan sinar matahari oleh butiran air di atmosfer.
Ia menambahkan, butiran air itu dapat berasal dari sisa hujan atau hujan yang terjadi di area sekitar. Pada saat bersamaan, keberadaan awan towering cumulus bisa menutupi sebagian pelangi, sehingga tampilannya tidak sempurna dan terlihat seperti gumpalan awan berwarna.
Baca juga: Menyusuri Keindahan Fenomena Pink Moon di Berbagai Belahan Dunia“Pada saat yang sama, tampak adanya awan towering cumulus yang dapat menutupi sebagian pelangi. Sehingga bentuknya terlihat tidak utuh atau tampak seperti ‘awan pelangi’,” jelas Ida, dikutip Sabtu (2/5/2026).
Selain itu, BMKG menegaskan bahwa fenomena awan pelangi bukan indikasi datangnya badai besar atau bencana. Justru, kata Ida, peristiwa tersebut menandakan adanya pertumbuhan awan aktif di atmosfer yang berpotensi memicu hujan lokal.
Pada saat itu, kondisi cuaca di kawasan Sentul memperlihatkan kontras yang cukup jelas antarwilayah yang letaknya berdekatan.
Di satu sisi, ada area yang masih mendapat sinar matahari hingga memunculkan pelangi, sementara di sisi lain sudah dipenuhi uap air tinggi bahkan diguyur hujan.
Meski berlangsung singkat, fenomena ini meninggalkan kesan tersendiri bagi warga. Momen yang jarang terjadi tersebut seakan membuat aktivitas sejenak terhenti.
Baca juga: Blood Moon Akan Hiasi Langit RI pada 3 Maret 2026, Ini Amalan yang Disunnahkan(est)