LANGIT7.ID-, Jakarta - - Di berbagai belahan dunia orang-orang menanti satu momen yang sama yaitu munculnya
Pink Moon, fenomena langit yang muncul pada 2 April 2026.
Pada fase
Pink Moon ini, bulan berada berseberangan dengan matahari sehingga tampak bulat penuh dan terang sepanjang malam. Meski disebut "Pink Moon", bulan tidak benar-benar berwarna merah muda.
Nama tersebut berasal dari bunga phlox, yang mekar saat musim semi di Amerika Utara.
Fenomena ini bukan sekadar
peristiwa astronomi. Ia adalah pertemuan antara langit, budaya, dan rasa takjub manusia yang tak pernah benar-benar usang.
Di Indonesia, Pink Moon muncul seperti bulan purnama biasa, tenang, bulat sempurna, dan menyinari malam dengan cahaya lembut.
Profesor astronomi Thomas Djamaluddin menegaskan bahwa fenomena ini tidak membawa dampak khusus. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, selain pasang surut laut yang memang menjadi siklus alami bulan purnama.
"Tidak ada dampak negatifnya. Dampak secara umum sama dengan purnama lainnya," ujar Thomas, Selasa (31/3/2026), dikutip dari Antara.
Diberbagai wilayah, masyarakat menyempatkan diri melihat langit akan menemukan sesuatu yang sederhana: bulan yang tampak lebih terang, lebih "hidup". Tidak merah muda, tapi cukup untuk membuat malam terasa berbeda.
Baca juga: Masya Allah! 8 Fenomena Langit Menakjubkan Terjadi Sepanjang April 2026, Catat Tanggalnya Jangan Sampai KelewatanBangkok, ThailandPenampakan Pink Moon muncul dengan tampilan warna putih mutiara seperti bulan pada momen biasanya. Namun yang membuat malam ini istimewa adalah betapa besar dan bercahayanya ia tampak menggantung di langit. Melansir
timeout.com.Bulan mulai terbit di timur sekitar pukul 18.30 pada tanggal 1 April, dan tetap terlihat sepanjang malam hingga dini hari tanggal 2 April.
Siapapun dapat melihatnya dengan mata telanjang dari wilayaha mana saja, di negara tersebut. Meskipun jika ada cukup debu atau polusi yang mengambang di atmosfer, Anda mungkin melihat sedikit warna merah muda.
Meskipun bulan tidak akan berwarna merah muda, sesuai namanya yakni Pink Moon, Anda disarankan menemukan tempat terbuka yang bagus jauh dari lampu kota untuk menyaksikan bulan purnama tersebut. Sebab ini adalah momen astronomi yang sangat berkesan.
Masih terkait Pink Moon, ada sebagian yang menjadikan momen ini sebagai sebuah budaya yaitu Bulan Telur yaitu merayakan hewan yang mengerami telur, atau Bulan Rumput yang Bertunas, semuanya merujuk pada hal yang sama: alam bangun dan memulai kembali.
Uni Emirat Arab (UEA)Jika di Asia Tenggara bulan dinikmati dari sela kota, di Uni Emirat Arab, Pink Moon justru dirayakan dengan cara yang lebih dramatis yaitu pergi ke gurun.
Tempat-tempat seperti Al Qudra, Al Quaa, hingga Jebel Jais menjadi titik favorit untuk menyaksikan bulan tanpa gangguan cahaya. Di sana, langit terbuka luas, gelap sempurna, dan bulan tampak begitu dekat, seolah bisa disentuh.
Pink Moon mencapai puncaknya pada pagi hari, tetapi momen terbaik justru setelah matahari terbenam. Saat itulah bulan muncul rendah di cakrawala, tampak besar dan berpendar kuat. Melansir sundayguardianlive.com.
Tidak perlu teleskop. Mata telanjang pun cukup.
Sebagaimana disebut The Sunday Guardian, bagi warga dan wisatawan, ini bukan sekadar melihat bulan. Ini adalah pengalaman: duduk di atas pasir dingin, ditemani angin gurun, dan menyaksikan langit yang nyaris tanpa batas.
Pink Moon di UEA menjadi perpaduan antara astronomi dan petualangan.
AustraliaDi Australia secara teknis, puncaknya terjadi di siang hari, momen yang tak bisa disaksikan langsung. Namun begitu malam turun, bulan hadir dalam bentuk terbaiknya: terang, utuh, dan mencuri perhatian.
Bulan purnama Pink Moon akan mencapai puncaknya pada pukul 13.11 AEST pada hari Kamis. Di Australia, momen itu jatuh di tengah siang hari, yang berarti bulan tidak akan terlihat sepenuhnya secara teknis.
Namun, saat malam tiba, bulan akan bersinar dengan intensitas penuh dan tak terlewatkan di langit yang cerah mulai sekitar pukul 19.30 AEST. Sebagaimana dilansir dari
elle.co.au.Sekira pukul 19.30, langit mulai gelap, dan bulan pun naik perlahan. Di sinilah orang-orang Australia punya tradisi kecil mereka sendiri yaitu keluar dari kota.
Pantai, bukit, hingga tanjung menjadi tempat favorit. Air laut memantulkan cahaya bulan, menciptakan efek berkilau yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
Banyak yang membawa tikar, duduk santai, dan membiarkan mata menyesuaikan dengan gelap. Tidak terburu-buru, tidak bising. Disarankan, ruang terbuka di mana cakrawala membentang luas dan cahaya buatan menghilang, puncak bukit, tanjung, pantai di mana air akan memantulkan cahaya bulan kembali menjadi tempat terbaik untuk menikmati Pink Moon.
Baca juga: Fenomena Langit Akhir April, Parade Planet Bak Bintang TerangBerkali-kali disampaikan bahwa penampakannya bukanlah berwarna pnik atau merah muda sesuai namanya, Pink Moon. Meski begitu, nama bulan purnama April ini merujuk pada tradisi kuno sebelum munculnya kalender modern.
Digunakan untuk menandai pergantian musim, nama-nama tersebut biasanya berkaitan dengan peristiwa penting di alam dan pertanian.
Jika Anda melewatkan kesempatan untuk menyaksikan bulan purnama pada 2 April ini, Anda akan memiliki dua kesempatan bulan depan ketika Bulan Bunga terbit pada tanggal 1 Mei, diikuti oleh Bulan Biru pada tanggal 31 Mei.
(lsi)