Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 26 Mei 2026
home global news detail berita

Viral Fenomena Bulan Kembar, Begini Penjelasan BRIN

esti setiyowati Rabu, 25 September 2024 - 18:30 WIB
Viral Fenomena Bulan Kembar, Begini Penjelasan BRIN
ilustrasi
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Belum lama ini viral perbincangan tentang bulan kembar di media sosial. Sebagian masyarakat mengira fenomena itu adalah kejadian astronomis langka yang memperlihatkan dua bulan di langit secara bersamaan.

Namun, benarkah demikian? Periset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin menjelaskan istilah "bulan kembar" adalah kurang tepat.

Thomas Djamaluddin mengatakan Bumi hanya memiliki satu-satunya satelit alami yaitu Bulan, yang berukuran besar dan dapat dilihat dengan mata telanjang.

"Bulan adalah satu-satunya satelit alami Bumi yang ukurannya besar dan terlihat dengan mata telanjang," terang Thomas dilansir dari laman BRIN, Rabu (25/9/2024).

Baca juga:Cuaca Panas Pengaruh Equinox, Anda Bisa Lakukan Ini untuk Jaga Kesehatan

Namun, tambah Thomas, pada periode tertentu, objek lain seperti asteroid dapat terperangkap dalam gravitasi Bumi dan sementara waktu mengelilingi Bumi.

"Objek ini sering disebut sebagai 'bulan mini' atau 'mini moon'," tambahnya.

Terkait itu, Thomas menyinggung salah satu fenomena yang menarik perhatian para astronomi, yaitu Asteoriud 2024 PT5. Ia mengungkapkan fenomena ini akan terjadi pada 29 September hingga 25 November 2024.

"Asteroid ini bukan bulan kedua, tetapi karena terjebak sementara dalam orbit Bumi, beberapa media menyebutnya sebagai 'bulan mini'," katanya.

Thomas menjelaskan, Asteroid 2024 PT5 berukuran kecil, hanya sekitar 10 meter, jauh lebih kecil dibandingkan Bulan.

"Ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan bulan, jadi tidak mungkin terlihat seperti bulan purnama yang kita lihat di langit. Orbitnya juga tidak berbentuk lingkaran sempurna, melainkan akan sempat dan hanya sekali mengelilingi Bumi sebelum akhirnya lepas kembali ke orbit asalnya mengelilingi Matahari," ujarnya.

Thomas menekankan bahwa fenomena Asteroid 2024 PT5 ini tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi karena ukurannya yang kecil. Bahkan jika memasuki atmosfer Bumi, ia akan terbakar dan kemungkinan sisanya jatuh di wilayah tanpa penduduk.

"Asteroid semacam ini sering kali terdeteksi dan tidak berbahaya. Asteroid seukuran itu pernah jatuh di perairan Bone, Sulawesi, pada 2009. Namun, karena orbitnya terjebak di gravitasi Bumi untuk sementara waktu, ia dianggap menarik untuk diamati oleh para astronom," katanya.

Banyak masyarakat yang kemudian penasaran dengan fenomena tersebut. Namun Thomas mengingatkan bahwa Asteroid 2024 PT5 tidak dapat diamati dengan mata telanjang.

Sebab, kata Thomas, asteroid ini terlalu redup dan kecil untuk bisa dilihat tanpa bantuan alat khusus.

"Kita membutuhkan teleskop yang cukup besar untuk bisa melihat asteroid ini. Observatorium dengan teleskop canggih di dunia saat ini sudah bersiap untuk mengamati pergerakan asteroid ini," katanya.

Thomas menyarankan masyarakat tidak perlu khawatir dengan fenomena ini. Justru, tambahnya, fenomena ini bisa menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperkaya pengetahuan tentang objek-objek kecil di tata surya.

"Ini adalah fenomena yang menarik bagi dunia astronomi, meski bagi kebanyakan orang tidak akan terlihat. Namun, ini mengingatkan kita bahwa ada banyak benda di tata surya yang bisa memberikan kejutan," tutup Thomas Djamaluddin.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 26 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)