Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 24 Mei 2026
home global news detail berita

Usai Harvest Moon Tadi Malam, Simak Jadwal Fenomena Lainnya di Oktober 2025 Agar Tak Ketinggalan Momen

lusi mahgriefie Selasa, 07 Oktober 2025 - 11:17 WIB
Usai Harvest Moon Tadi Malam, Simak Jadwal Fenomena Lainnya di Oktober 2025 Agar Tak Ketinggalan Momen
Harvest Moon pada Senin, 6 Oktober 2025. Foto: Kylie Cooper/Reuters
LANGIT7.ID-, - Bulan Oktober 2025 menjadi bulan yang "sibuk" bagi para astronom dan pengamat bintang. Bagaimana tidak? berbagai fenomena langit akan terjadi, mulai dari supermoon, komet yang melintas, dan hujan meteor yang diprediksi bakal terjadi di bulan ini.

Bahkan Anda termasuk yang beruntung karena ada banyak hal yang bisa dinantikan di bulan Oktober 2025, mulai dari bulan purnama, komet berwarna zamrud, hingga bintang jatuh. Jangan sampai kelewatan untuk menyaksikannya, dengan mencatat jadwal yang sudah diperkirakan berikut ini.

Harvest Moon

Jika tadi malam Anda sempat melihat bulan di langit tampak begitu indah dan lain dari biasanya, itulah salah satu fenomena supermoon yang dinamakan, Harvest Moon. Penampakan bulan luar biasa besar dan sangat mempesona.

Alasan mengapa bulan terasa sedikit lebih spektakuler dari biasanya terletak pada orbitnya. Satelit ini biasanya berjarak sekitar 384.400 kilometer dari Bumi, tetapi semakin dekat setiap bulan ketika mencapai perigee-nya.

Pada titik terdekatnya dengan Bumi, jaraknya menyusut menjadi 363.104 kilometer, yang jika digabungkan dengan bulan purnama, menciptakan "Supermoon".

Menurut NASA, supermoon tampak hingga 30 persen lebih terang dan 14 persen lebih besar daripada saat berada pada titik terjauhnya dari Bumi (atau apogee). Ini terjadi pada 6 Oktober 2025.

Menurut The Old Farmer’s Almanac, supermoon bulan ini, yang juga dikenal sebagai Harvest Moon, akan mencapai "puncak iluminasi" pada pukul 23.47 EST. Ini adalah yang pertama dari tiga upermoon yang kita saksikan tahun ini, jadi nantikan supermoon lainnya di bulan November dan Desember.

Komet Lemmon Melintas dengan Cepat

Saat ini hanya ada beberapa komet yang dapat dilihat menggunakan teropong dan melalui eksposur kamera yang panjang, salah satunya adalah Komet Lemmon (C/2025 A6).

Menurut NASA, para astronom mendeteksi komet berwarna hijau ini melesat menuju tata surya bagian dalam awal tahun ini dan akan berada pada titik terdekatnya dengan Bumi pada 21 Oktober 2025, ketika jaraknya sekitar setengah unit astronomi (jarak antara Bumi dan Matahari) dari planet kita.

Para pengamat bintang yang beruntung mungkin dapat melihat komet ini tanpa alat bantu apa pun saat melintas akhir bulan ini. Komet Lemmon "lebih terang dari yang diperkirakan," menurut Asosiasi Astronomi Inggris, dan "sekarang tampaknya cukup mungkin kita akan melihat komet dengan mata telanjang."

Baca juga: Jangan Lewatkan! Hujan Meteor Spektakuler Hiasi Langit Indonesia Malam Ini

Saat ini, Komet Lemmon paling baik diamati sebelum fajar. Namun, mulai pertengahan bulan, komet ini juga dapat diamati pada malam hari.

Komet ini akan melanjutkan lintasannya setelah melintas di dekat Bumi pada 21 Oktober, melewati matahari pada 8 November 2025, dan kemudian menuju wilayah terluar Tata Surya. Saat mendekati matahari, kita dapat memperkirakan komet ini akan semakin terang, menjadikannya kesempatan pengamatan yang fantastis.

Namun, Komet Lemmon bukan satu-satunya komet yang saat ini menghiasi langit malam kita. Menurut NASA, Komet Swan (C/2025 R2) menjadi semakin terang secara signifikan saat muncul dari arah matahari dan akan berada dalam jarak seperempat satuan astronomi (SA) dari planet kita sekitar tanggal 19 Oktober 2025.

Komet Atlas (C/2025 K1) sedikit lebih redup tetapi juga mencapai titik terdekatnya dengan Bumi bulan ini.

Hujan Meteor Daconid dan Orionid

Bulan Oktober menjadi tuan rumah bukan hanya satu, melainkan dua hujan meteor. Draconid dapat diamati antara 6 dan 10 Oktober 2025, sedangkan Orionid berlangsung sedikit lebih lama (dari 26 September hingga 22 November 2025) dan mencapai puncaknya pada 21 Oktober 2025.

Sesuai namanya, Draconid muncul dari rasi bintang Draco, sementara Orionid berasal dari rasi bintang Orion.

Draconid cenderung sedikit kurang aktif dibandingkan Orionid, menghasilkan hingga 10 meteor yang bergerak lambat per jam. Sayangnya, para astronom mungkin akan kesulitan mengamati Supermoon, karena langit yang gelap menciptakan kondisi ideal untuk mengamati.

Baca juga: Fenomena Langka, Supermoon Pemburu Siap Terangi Langit Oktober 2024!

Kondisi mungkin sedikit lebih baik untuk Orionid, yang digambarkan NASA sebagai "salah satu hujan meteor terindah tahun ini".

Hujan meteor Orionid menghasilkan sekira 20 meteor per jam. Meteor-meteor ini tampak terang dan cepat, meninggalkan jejak berkilau yang dapat melayang selama beberapa detik atau menit. (*/discovermagazine/lsi)

(lsi)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 24 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)