NASA siap ukir sejarah lewat misi Artemis 2 pada 2026, membawa astronot mengelilingi bulan pertama kali sejak 1972. Simak detail persaingan dengan China dan peran roket SpaceX.
Jared Isaacman resmi dikonfirmasi Senat sebagai Administrator ke-15 NASA setelah melewati dinamika politik sengit, isu pendanaan, hingga sorotan hubungan dengan SpaceX dan Gedung Putih.
Bulan Oktober 2025 menjadi bulan yang sibuk bagi para astronom dan pengamat bintang. Bagaimana tidak? berbagai fenomena langit akan terjadi, mulai dari supermoon, komet yang melintas, dan hujan meteor yang diprediksi bakal terjadi di bulan ini.
Europa Clipper memulai misi bersejarah mencari kehidupan di bulan Jupiter. Pesawat canggih ini akan menjelajahi lautan es Europa, mengungkap misteri tata surya. Dengan teknologi mutakhir, NASA berharap menemukan petunjuk kehidupan extraterrestrial. Misi ini membuka babak baru eksplorasi luar angkasa, memicu keingintahuan tentang keberadaan kehidupan di luar Bumi.
Curiosity, penjelajah Mars NASA, terus menunjukkan ketangguhan luar biasa setelah 12 tahun menjelajahi Kawah Gale. Meskipun rodanya rusak parah, NASA berhasil beradaptasi dengan cerdas. Pengalaman ini memicu inovasi desain roda untuk misi Perseverance. Curiosity tetap gigih menjalankan misi ilmiahnya, membuktikan daya tahan teknologi luar angkasa dalam kondisi ekstrem Mars.
Bintang ini berada 15.000 tahun cahaya di rasi Sagittarius. Webb memperlihatkan bintang WR 124 dengan detil yang belum pernah ada sebelumnya dengan instrumen inframerahnya yang canggih.
Rayyanah Barnawi menjadi muslimah Arab Saudi pertama yang akan melakukan penerbangan ke luar angkasa. Dia bakal turut serta dalam misi Axiom Mission 2 (Ax-2).
Menggunakan roket termal nuklir memungkinkan waktu transit yang lebih cepat serta mengurangi risiko bagi astronot. Menurut NASA, waktu transit lebih cepat adalah komponen kunci untuk misi manusia ke Mars.
Dr. Farouk El-Baz adalah ilmuwan Muslim asal Mesir yang terlibat dalam program NASA, Apollo. Dia juga pernah menjabat sebagai penasihat ilmu pengetahuan untuk Presiden Mesir saat itu, Anwar Sadat.
Neptunus merupakan planet yang dicirikan sebagai raksasa es karena susunan kimiawi hidrogen dan helium serta beberapa metana di dalamnya cukup tinggi dibanding Jupiter dan Saturnus.
Menurut NASA, sampah luar angkasa sebagian besar terdiri dari puing-puing misi dan fragmentasi, pesawat ruang angkasa yang tidak berfungsi, serta roket yang ditinggalkan.