LANGIT7.ID, Jakarta -
Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) sedang mempersiapkan misi Artemis. Misi ini akan mendaratkan manusia di bulan pada 2024 lalu.
NASA bermitra bersama SpaceX, perusahaan penerbangan milik Elon Musk, untuk mewujudkan misi ini. Lantas apa itu
misi Artemis?
Artemis merupakan saudara kembar Apollo dalam mitologi Yunani. NASA mempersonifikasikan perjalanan ke Bulan sebagai upaya mengirim astronot dan gelombang baru muatan sains melalui teknologi ke permukaan bulan.
Ketika mendarat, astronot akan menginjakkan kaki di tempat yang belum pernah dikunjungi manusia sebelumnya, yakni Kutub Selatan bulan.
Baca Juga: Siapkan Misi Artemis III, NASA Ungkap 13 Lokasi Pendaratan di BulanMelansir dari situs resmi NASA, Ahad (4/9/2022) dalam misi Artemis, NASA akan mempelajari lebih lanjut tentang asal usul dan sejarah bumi, bulan, dan tata surya lainnya.
Mulai 2022 ini, NASA sudah memulai misi melalui peluncuran Artemis I tanpa awak untuk menguji roket Space Launch System (SLS). Sayangnya, Artemis I yang rencananya dilaksanakan awal September 2022 harus tertunda karena ada masalah kebocoran hidrogen pada roket SLS.
Sebagai informasi, SLS adalah roket yang akan membawa astronot ke bulan dalam misi Artemis ini. Peluncuran SLS dilaksanakan di Space Center, Cape Canaveral, Florida.
Selanjutnya, NASA akan menguji SLS melalui Artemis II dengan awak. Namun, jadwal Artemis II belum diumumkan oleh NASA.
Dalam menjalankan misi Artemis, NASA secara rutin menentukan aksesibilitas kemampuan gabungan roket SLS dan sistem pendaratan manusia Starship yang disediakan SpaceX, milik Elon Musk.
Jika Artemis I dan II berhasil, NASA akan meluncurkan Artemis III pada 2024 dengan awak. Terkini, NASA sudah menemukan 13 kandidat daerah pendaratan di permukaan bulan.
Astronot akan berlabuh di pangkalan ruang angkasa, Orion Gateway dan transfer ke sistem pendaratan manusia untuk ekspedisi ke permukaan bulan. Astronot akan kembali ke pos orbit untuk menaiki Orion lagi sebelum kembali dengan selamat ke Bumi.
(bal)