LANGIT7.ID - , Jakarta -
Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kian serius mempersiapkan pendaratan manusia ke permukaan Bulan untuk pertama kalinya setelah lebih dari 50 tahun. Terkini, NASA mengumukan 13 kandidat daerah pendaratan di permukaan
Bulan, untuk misi
Artemis III 2024.
Kandidat tersebut berada di dekat kutub selatan Bulan. Setiap wilayah berukuran 15x15 kilometer dan masing-masing berisi beberapa lokasi pendaratan dengan radius sekitar 100 meter.
Baca juga: Penampakan Galaksi Phanton yang Terlihat di Teleskop James WebbWakil administrator untuk Divisi Pengembangan Kampanye Artemis di Markas Besar NASA di Washington, Mark Kirasich mengatakan, lokasi tersebut dinilai paling potensial untuk pendaratan manusia di Bulan.
"Memilih wilayah ini berarti kita satu lompatan raksasa lebih dekat untuk mengembalikan manusia ke Bulan untuk pertama kalinya sejak Apollo," ujar Mark, dalam keterangan tertulis, Selasa (22/8/2022).
Masing-masing wilayah ini terletak dalam enam derajat garis lintang Kutub Selatan Bulan dan secara kolektif, mengandung beragam fitur geologis. Area kutub selatan Bulan dipilih karena ada kemungkinan mengandung es.
Air di Bulan dianggap sebagai kebutuhan besar untuk eksplorasi luar angkasa di masa depan. Ini dapat menyediakan
astronot, sumber daya lokal berharga untuk mendukung berkelanjutan di permukaan Bulan.
Selain itu, tim NASA juga mengevaluasi wilayah, menggunakan sejumlah kriteria, termasuk kemiringan medan, kemudahan komunikasi dengan tim di Bumi, dan kondisi pencahayaan.
Baca juga: Siap Bawa Astronot ke Bulan, Nasa Rilis Tanggal Misi Artemis-1Untuk menentukan aksesibilitas, tim juga mempertimbangkan kemampuan gabungan roket Space Launch System, pesawat ruang angkasa Orion, dan sistem pendaratan manusia Starship yang disediakan
SpaceX.
Hal tersebut guna mempermudah kru yang dikirim ke Bulan dalam mengumpulkan sampel dan melakukan analisis ilmiah sehingga menghasilkan informasi penting tentang kedalaman, distribusi dan komposisi es di Bulan.
Sebagai informasi, untuk mendapatkan 13 kandidat lokasi ini, NASA menggunakan Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) yang hingga kini masih mengorbit Bulan, sejak 2009.
Lebih lanjut, NASA akan membahas 13 kandidat ini dengan komunitas
sains dan teknik yang lebih luas melalui konferensi lokakarya untuk mengumpulkan masukan tentang keunggulan masing-masing wilayah.
Baca juga: NASA Teliti Debu Luar Angkasa yang Pengaruhi Iklim BumiAgensi juga akan terus bekerja dengan SpaceX untuk mengonfirmasi kemampuan pendaratan Starship dan menilai opsi yang sesuai. NASA akan mengumumkan lokasi untuk Artemis III setelah mendapatkan tanggal peluncuran, menyesuaikan lintasan transfer dan kondisi lingkungan permukaan.
(est)