LANGIT7.ID, Jakarta -
Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) meluncurkan perangkat ke
luar angkasa untuk mempelajari partikel debu yang pengaruhi iklim di Bumi.
Perangkat bernama Earth Surface Mineral Dust Source Investigation (EMIT) yang diluncurkan menggunakan pesawat ruang angkasa SpaceX Dragon dari Kennedy Space Center.
Peneliti utama EMIT, Robert Green mengatakan,
NASA tertarik meneliti lebih dalam debu luar angkada karena partikel tersebut memiliki kekuatan yang besar di atmosfer Bumi, sehingga menjadi penyebab dingin ataupun panas.
"EMIT diciptakan mempelajari debu mineral karena saat ini merupakan elemen yang tidak diketahui," ujarnya, melansir dari The Verge, Ahad (17/7/2022).
Baca Juga: Pertama Kalinya NASA Rilis Foto Ruang Angkasa dengan Detail TajamAdapun alasan lainnya debu perlu dipelajari secara mendalam karena rupanya partikel terdiri dalam berbagai macam warna.
Misalnya debu berwarna merah berpotensi memiliki kandungan zat besi. Sementara debu yang mengandung tanah liat biasanya memiliki warna yang lebih cerah.
Partikel debu yang lebih ringan dinilai akan memantulkan sinar matahari, membantu mendinginkan Bumi. Dari spektrum yang berlawanan, partikel debu gelap justru akan menyerap energi matahari dan memiliki efek pemanasan.
Adanya perubahan iklim memanaskan keadaan hingga tingkat berbahaya bagi kehidupan di Bumi, para ilmuwan benar-benar ingin tahu apakah debu membantu atau mengganggu upaya menstabilkan suhu global.
Oleh karena itu, para peneliti menghadirkan EMIT untuk mempelajari lebih mendalam debu luar angkasa, melalui pencitraan yang lebih luas dari atas Bumi.
EMIT akan mengumpilkan lebih dari satu miliar sampel pengukuran selama satu tahun ke depan mengambil komposisi debu.
"Kami ingin mengirim (EMIT) karena kesenjangan dalam pengetahuan kami, ini terkait dengan iklim sekarang dan di masa depan, dan itu akan memungkinkan kami untuk memiliki informasi yang lebih baik untuk beradaptasi dengan perubahan iklim,” kata Robert.
Di luar perubahan iklim, data EMIT juga akan digunakan untuk mempelajari fenomena lain di Bumi yang dipengaruhi oleh debu. Misalnya seperti fakta debu menyediakan nutrisi bagi tanaman.
Debu juga memiliki andil dalam pembentukan awan, kualitas udara, dan bahkan ketersediaan air.
Orbit Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) di sekitar planet Bumi akan menjadi tempat EMIT melakukan pengukuran debu.
Sebab, ISS berputar di sekitar beberapa daerah paling gersang di Bumi yaitu gurun pasir. EMIT ditargetkan sudah mulai bisa mengirimkan sampel kepada peneliti di Bumi akhir Juli 2022.
(bal)