Al-Quran menantang setiap generasi untuk berpikir. Namun, mengaitkan wahyu dengan sains memerlukan ketelitian: hanya fakta ilmiah yang mapan yang boleh menjadi pijakan tafsir, bukan teori yang masih labil.
Dari teori jagat mengembang hingga rahasia klorofil, Al-Quran membuktikan diri tidak bertentangan dengan sains. Quraish Shihab membedah bagaimana wahyu menjadi inspirasi riset masa depan.
Sains modern kerap terjebak pada dunia materi. Quraish Shihab menawarkan rekonstruksi ilmu lewat Al-Quran yang menyatukan fakta empiris dengan realitas metafisika demi kebahagiaan manusia.
Arab Saudi dikenal sebagai negara yang identik dengan bentangan gurun luas dan suhu panas. Namun baru-baru ini, negara tersebut mengalami fenomena yang tak lazim, yakni salju turun hingga menyelimuti sejumlah wilayah Arab Saudi pada Rabu (17/12/2025) hingga Kamis (18/12/2025).
Al-Quran kerap diseret ke gelanggang sains modern. Padahal, wahyu tidak diturunkan untuk menjelaskan teori ilmiah, melainkan menuntun manusia membaca semesta sebagai tanda kebesaran Tuhan.
Ilmu pengetahuan bergerak dari satu keyakinan ke keyakinan lain. Ia berubah, mengoreksi diri, dan tak pernah kekal. Lalu, di mana posisi wahyu yang absolut di tengah sains yang serba sementara?
Al-Quran kerap dibaca sebagai kitab sains. Padahal para pemikir Muslim menempatkannya sebagai pembentuk etika dan iklim pengetahuan. Di sanalah letak relevansi ilmiahnya yang paling mendasar.
Dari kisah Firaun hingga isyarat sains tentang cahaya dan kehidupan, Al-Quran menghadirkan klaim-klaim gaib yang terus diuji zaman. Di titik inilah wahyu dibaca sebagai mukjizat rasional.
Dr. Maurice Bucaille mengatakan sebelum tersusun menjadi kumpulan fasal-fasal, Perjanjian Lama merupakan tradisi rakyat yang hanya bersandar pada ingatan manusia.
Wilayah laut dalam adalah lapisan terendah di lautan, dengan sedikit atau bahkan tidak ada cahaya yang menembusnya. Meskipun minim cahaya, kehidupan berlimpah di laut dalam
Dalam Surah Al-Maidah ayat 30-31, Allah SWT memaparkan kisah Habil dan Qabil. Namun yang menarik dalam ayat itu adalah penyebutan Burung Gagak secara spesifik
Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Agus Purwanto (Gus Pur), menjelaskan, tantangan yang berkembang dalam ilmu pengetahuan, khususnya dalam fisika dan biologi