Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 10 Januari 2026
home masjid detail berita

Jejak Gaib dan Isyarat Sains dalam Al-Quran

miftah yusufpati Selasa, 16 Desember 2025 - 05:45 WIB
Jejak Gaib dan Isyarat Sains dalam Al-Quran
Di balik keindahan bahasanya, Al-Quran menyimpan keteraturan mengejutkan. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID- Al-Quran tidak hanya berbicara tentang hukum dan etika. Ia juga memuat kisah-kisah gaib dan isyarat pengetahuan alam yang, bagi banyak pembacanya, menjadi bukti kebenaran risalah Nabi Muhammad. Quraish Shihab menyebut dimensi ini sebagai bagian dari fungsi Al-Quran sebagai mukjizat yang melampaui ruang dan waktu.

Salah satu kisah yang kerap dikutip adalah tentang Fir’aun yang mengejar Nabi Musa. Dalam Surah Yunus ayat 92, Al-Quran menyatakan bahwa jasad Fir’aun akan diselamatkan agar menjadi pelajaran bagi generasi setelahnya. Pernyataan ini muncul berabad-abad setelah peristiwa penyeberangan Laut Merah, ketika tak satu pun catatan sejarah yang menunjukkan nasib jasad sang penguasa Mesir.

Baru pada akhir abad ke-19, temuan arkeologi memberi gema baru pada ayat tersebut. Mumi yang diidentifikasi sebagai Merneptah ditemukan di Lembah Raja-raja, Luxor. Pemeriksaan ilmiah awal abad ke-20, yang dipimpin Grafton Elliot Smith, menunjukkan jasad itu relatif utuh. Temuan ini segera masuk dalam diskursus keislaman modern sebagai contoh korespondensi antara teks wahyu dan data sejarah.

Sejumlah sarjana Barat, seperti James K. Hoffmeier dalam Israel in Egypt, memang berhati-hati mengaitkan langsung mumi tertentu dengan Fir’aun Musa. Namun perdebatan akademik itu justru menegaskan satu hal: Al-Quran mengajukan klaim historis yang dapat diuji, bukan sekadar mitos teologis.

Selain kisah gaib, Al-Quran juga memuat isyarat tentang alam yang baru dipahami manusia modern. Ayat yang membedakan cahaya matahari sebagai sumber dan cahaya bulan sebagai pantulan kerap dibaca ulang dalam konteks astronomi. Demikian pula ayat-ayat tentang reproduksi manusia yang menempatkan sperma sebagai penentu, sementara rahim digambarkan sebagai ladang tempat benih tumbuh.

Maurice Bucaille, dokter Prancis yang menulis The Bible, the Qur’an and Modern Science, melihat kesesuaian ini sebagai fenomena unik. Ia menilai bahwa Al-Quran, berbeda dengan teks keagamaan lain, relatif bebas dari kontradiksi ilmiah yang nyata. Meski pandangan Bucaille tidak luput dari kritik metodologis, karyanya membuka ruang dialog antara wahyu dan sains.

Quraish Shihab mengingatkan agar pembacaan ilmiah terhadap Al-Quran tidak terjebak pada sikap apologetik berlebihan. Isyarat sains dalam wahyu bukan buku teks fisika atau biologi. Ia lebih tepat dipahami sebagai tanda-tanda yang mendorong manusia berpikir, meneliti, dan menyadari keterbatasan pengetahuannya.

Pada akhirnya, kisah Fir’aun dan isyarat ilmiah itu tidak dimaksudkan untuk memaksa keyakinan. Ia hadir sebagai undangan intelektual. Al-Quran menawarkan petunjuk, lalu membiarkan manusia menimbangnya dengan akal dan pengalaman sejarah. Di sanalah mukjizat itu bekerja: bukan dalam dentuman keajaiban sesaat, melainkan dalam dialog panjang antara teks, waktu, dan pengetahuan manusia.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 10 Januari 2026
Imsak
04:14
Shubuh
04:24
Dhuhur
12:04
Ashar
15:28
Maghrib
18:17
Isya
19:32
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan