LANGIT7.ID-, Inggris - Banyaknya kecaman dari berbagai negara terhadap
Grok AI, fitur yang ada di platform X milik
Elon Musk, membuat chatbot tersebut mengambil keputusan.
Platform X, yang mengoperasikan fitur Grok, memastikan Grok tidak lagi bisa menampilkan deepfake berbau seksual, seperti mengedit foto orang sungguhan lalu menampilkan mereka dengan pakaian terbuka.
"Kami telah menerapkan langkah-langkah teknologi untuk mencegah akun Grok mengizinkan pengeditan gambar orang sungguhan dalam pakaian terbuka seperti bikini," demikian bunyi pengumuman di X, dikutip Kamis (15/1/2026).
Pihak X menegaskan bahwa pembatasan ini berlaku untuk semua pengguna, termasuk pelanggan berbayar.
Perubahan tersebut diumumkan beberapa jam setelah jaksa penuntut umum California mengatakan bahwa negara bagian tersebut sedang menyelidiki penyebaran
deepfake AI yang berbau seksual, termasuk anak-anak, yang dihasilkan oleh model AI tersebut.
Baca juga: Dianggap Berbahaya, Kini Giliran Inggris Bersiap Blokir Grok AIX, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, juga menegaskan kembali dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu bahwa hanya pengguna berbayar yang dapat mengedit gambar menggunakan Grok di platformnya.
"Hal ini akan menambah lapisan perlindungan ekstra, dengan membantu memastikan bahwa mereka yang mencoba menyalahgunakan Grok untuk melanggar hukum atau kebijakan X akan dimintai pertanggungjawaban," kata pernyataan X.
Dengan demikian, siapapun pengguna X yang mencoba menghasilkan gambar orang sungguhan dalam bikini, pakaian dalam, dan pakaian serupa menggunakan Grok akan dihentikan sesuai dengan hukum yurisdiksi mereka.
Terkait hal ini, Elon Musk pun angkat bicara. "Dengan pengaturan NSFW (tidak aman untuk pekerjaan) diaktifkan, Grok seharusnya memungkinkan 'ketelanjangan bagian atas tubuh manusia dewasa imajiner (bukan manusia sungguhan)' yang konsisten dengan apa yang dapat dilihat dalam film berperingkat R," tulis Musk secara daring pada Rabu (14/1).
"Itu adalah
standard de facto di Amerika. Ini akan bervariasi di wilayah lain sesuai dengan hukum di setiap negara," lanjut miliarder teknologi itu.
Baca juga: Indonesia Jadi Negara Pertama Memblokir Grok AI Milik Elon MuskSebelumnya, Musk membela X, dengan memposting bahwa para kritikus "hanya ingin menekan kebebasan berbicara" bersamaan dengan dua gambar yang dihasilkan AI dari Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer dalam balutan bikini.
Dalam beberapa hari terakhir, para pemimpin di seluruh dunia telah mengkritik fitur pengeditan gambar Grok.
Pada akhir pekan, Indonesia menjadi negara pertama yang melarang fitur Grok AI setelah pengguna mengatakan foto-foto telah diubah untuk membuat gambar eksplisit tanpa persetujuan. Menyusul kemudian Malaysia, sementara negara-negara Eropa dan Inggris masih dalam tahap investigasi untuk kemudian siap memblokir apabila terbukti membahayakan. (*/lsi/bbc)
Baca juga: Setelah Indonesia, Malaysia Ikut Memblokir Grok AI(lsi)