LANGIT7.ID, Jakarta - Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menunda peluncuran Misi Artemis I ke Bulan. Penundaan ini karena adanya masalah kebocoran hidrogen pada roket Space Launch System (SLS) yang akan membawa misi tersebut.
Tim NASA melakukan tiga upaya untuk masalah tersebut, namun kebocoran masih terdeteksi setelah perbaikan. Akhirnya, NASA memutuskan membatalkan misi Artemis I ini yang seharusnya meluncur dari Launch Complex 39B, di Kennedy Space Center, Florida akhir pekan lalu.
"Selama tanking misi #Artemis I, kebocoran berkembang di sisi pasokan pemutus cepat 8-inci saat mencoba mentransfer bahan bakar ke roket. Upaya perbaikan sejauh ini tidak berhasil," tulis NASA di Twitter, dikutip Langit7.id, Senin (5/9/2022).
Administrator NASA, Bill Nelson menuturkan, pihaknya akan menunggu hingga Senin siang ini untuk melakukan percobaan peluncuran roket SLS selanjutnya. "Kami akan terbang ketika sudah siap. Kami tidak akan meluncur terutama dalam uji terbang," tutur Bill Nelson.
Baca Juga: Mengenal Artemis, Misi NASA Mendaratkan Manusia di BulanJika upaya peluncuran pada Senin ini gagal, NASA harus mengembalikan roket SLS ke Vehicle Assembly Building untuk dilakukan pengecekan kembali.
Misi Artemis I merupakan percobaan peluncuran pesawat tanpa awak di sekitar bulan. Misi ini bakal berlangsung selama empat hingga enam pekan di sekitar sisi jauh bulan lalu kembali ke bumi.
Jika berhasil, NASA akan melakukan pendaratan manusia di permukaan bulan untuk misi Artemis III pada 2024. Dalam menentukan aksesibilitas, NASA memertimbangkan kemampuan gabungan roket Space Launch System, pesawat ruang angkasa Orion, dan sistem pendaratan manusia Starship yang disediakan SpaceX.
Hal tersebut guna mempermudah kru yang dikirim ke Bulan dalam mengumpulkan sampel dan melakukan analisis ilmiah sehingga menghasilkan informasi penting tentang kedalaman, distribusi, dan komposisi es di bulan.
Baca Juga: Kebocoran 1,3 Miliar Data Simcard HP, Kominfo: Kita Investigasi Lagi(zhd)