LANGIT7.ID-, Jakarta - - Berdasarkan survei
Kementerian Perhubungan diperkirakan terdapat sekira 143,9 juta pergerakan masyarakat selama periode
Idul Fitri tahun ini. Dengan demikian, keselamatan jiwa menjadi prioritas tertinggi.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan bahwa keselamatan jiwa menjadi prioritas tertinggi dalam persiapan Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M.
Ia menambahkan pemerintah telah berupaya mendistribusikan mobilitas agar tidak terpusat pada satu waktu tertentu melalui pengaturan kebijakan yang terukur.
"Kita berusaha mengurangi tekanan dengan membuat rentang waktu libur yang lebih lebar, mengatur libur sekolah, serta menerapkan
fleksibel working arrangement bagi para ASN, yang diharapkan dapat mengurangi beban pergerakan," ujar Pratikno dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (3/3/2026).
Selain pengaturan mobilitas, Menko PMK menuturkan tahun ini tetap harus waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Baca juga: Kemenag Siapkan Layanan Masjid Ramah Pemudik dan Paket Bingkisan Selama Ramadan 1447 HKondisi bencana di Sumatera masih belum pulih total. Beberapa kali muncul hujan kembali dan banjir kembali melanda wilayah-wilayah terdampak. Di luar wilayah itu, tingkat kewaspadaan tetap tinggi, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Bali, hingga Papua yang masih memiliki potensi curah hujan tinggi.
"Kita harus berusaha keras untuk menjaga keamanan, keselamatan jiwa adalah prioritas yang paling tinggi. Kita harus bersama-sama melakukan mitigasi bencana yang terintegrasi," tegas Menko PMK.
Pentingnya keselamatan masyarakat dalam perjalanan, tegasnya, terutama bagi pengendara motor, serta pengamanan jalur-jalur vital yang menjadi titik krusial arus mudik dan balik.
"Fokus keselamatan, terutama sekali para pengendara motor. Pengamanan jalur vital juga harus menjadi perhatian bersama untuk pelayanan yang aman," ujar dia.
Baca juga: Jamkrindo Siapkan Ribuan Tiket Mudik Gratis Bus Melalui Program Mudik Aman 2026.Partikno menegaskan, mudik tidak hanya harus aman tetapi juga harus nyaman. Dengan demikian Pratikno mengimbau soal pelayanan selama periode mudik dan libur Idul Fitri harus mengedepankan pendekatan humanis dan inklusif, dengan perhatian khusus kepada kelompok rentan, anak-anak, ibu hamil dan lansia.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan layanan Idul Fitri sangat bergantung pada sinergi lintas sektor, penguatan deteksi dini, serta pengambilan keputusan berbasis data riil dan pengecekan lapangan secara berkelanjutan. Dan seluruh langkah ini merupakan komitmen bersama untuk keselamatan dan kelancaran masyarakat.
"Ini adalah komitmen kita bersama untuk menjamin layanan yang aman, nyaman, dan lancar. Dan kehadiran negara harus dirasakan secara langsung oleh masyarakat melalui layanan yang humanis dan responsif," pungkasnya.
(lsi)