home masjid

Syarat dan Amalan saat I'tikaf di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Rabu, 20 April 2022 - 21:10 WIB
Ilustrasi sholat sunnah saat itikaf di masjid. (Foto: iStock).
Umat Islam dianjurkan i’tikaf atau berdiam diri di masjid di 10 hari terakhir Ramadhan. Tujuannya untuk mengharapkan ridha Allah di momentum bulan suci ini.

Adapun syarat sahnya i’tikaf yaitu beragama Islam, baligh, dilaksanakan di masjid, baik masjid jamik maupun masjid biasa, niat hendak melakukan i’tikaf, tidak disyaratkan bagi orang yang puasa saja.

Dalil disyariatkannya i’tikaf terdapat dalam QS Al Baqarah ayat 187: "...maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hinggga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka jangan kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertaqwa." (QS al-Baqarah (2):187).

Baca Juga: Istiqlal Dicanangkan Jadi Tempat Wisata, Yuk Makmurkan Masjid

Selain itu, dalam hadis dikatakan "Bahwa Nabi saw melakukan i’tikaf pada hari kesepuluh terakhir dari bulan Ramadhan, (beliau melakukannya) sejak datang di Madinah sampai beliau wafat, kemudian istri-istri beliau melakukan i’tikaf setelah beliau wafat." (HR Muslim).

Para ulama sepakat agar tidak keluar masjid saat melaksanakan i’tikaf. Boleh keluar masjid dengan beberapa alasan seperti yaitu karena alasan syar’i, seperti melaksanakan salat Jumat, keperluan hajat manusia, dan keperluan darurat.

Sementara itu, ada beberapa amalan ibadah yang dapat dilaksanakan oleh orang yang melaksanakan i’tikaf, yaitu sholat sunah, membaca al-Quran dan tadarus, berdzikir dan berdoa dan mendalami ilmu agama.
(bal)
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
i'tikaf ramadhan amalan sunnah bulan ramadhan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya