Masjidil Haram Bebas Wabah Penyakit selama Ramadhan
Fifiyanti Abdurahman
Jum'at, 22 April 2022 - 11:43 WIB
Peziarah yang tengah melakukan tawaf di sekitar Kabah, Mekkah. Foto: Langit7/iStock
Menteri Kesehatan Fahd Al-Jalajel mengatakan status kesehatan jemaah umrah dan pengunjung Masjidil Haram di Mekah cukup meyakinkan.
“Sejauh ini tidak ada wabah epidemi, penyakit atau insiden yang mengancam kesehatan masyarakat yang dilaporkan di antara para peziarah dan pengunjung,” kata Al-Jalajel seperti dikutip dari Saudi Gazette, Jumat (22/4/2022).
Baca juga: Kode Panduan dan Gelang Cegah Anak Tersesat di Masjidil Haram
Al-Jalajel menyoroti kesiapan pemerintah dalam menyediakan layanan kesehatan terbaik bagi para peziarah dan pengunjung ke Dua Masjid Suci untuk menjaga kesehatan dan keselamatan mereka.
“Kementerian Kesehatan terus memberikan layanan preventif, kuratif, dan darurat bagi jemaah haji melalui rumah sakit dan pusat kesehatan primer di Mekkah dan pusat kesehatan di lingkungan Masjidil Haram di Mekkah," katanya.
Dia menambahkan, program pencegahan yang disiapkan pada musim umrah selama Ramadhan meliputi tindakan pencegahan, prosedur penyelidikan epidemiologi dan respon terhadap penyakit menular.
Al-Jalajel mengatakan bahwa kementerian telah merekrut lebih dari 18.000 petugas kesehatan untuk melayani peziarah dan pengunjung.
“Sejauh ini tidak ada wabah epidemi, penyakit atau insiden yang mengancam kesehatan masyarakat yang dilaporkan di antara para peziarah dan pengunjung,” kata Al-Jalajel seperti dikutip dari Saudi Gazette, Jumat (22/4/2022).
Baca juga: Kode Panduan dan Gelang Cegah Anak Tersesat di Masjidil Haram
Al-Jalajel menyoroti kesiapan pemerintah dalam menyediakan layanan kesehatan terbaik bagi para peziarah dan pengunjung ke Dua Masjid Suci untuk menjaga kesehatan dan keselamatan mereka.
“Kementerian Kesehatan terus memberikan layanan preventif, kuratif, dan darurat bagi jemaah haji melalui rumah sakit dan pusat kesehatan primer di Mekkah dan pusat kesehatan di lingkungan Masjidil Haram di Mekkah," katanya.
Dia menambahkan, program pencegahan yang disiapkan pada musim umrah selama Ramadhan meliputi tindakan pencegahan, prosedur penyelidikan epidemiologi dan respon terhadap penyakit menular.
Al-Jalajel mengatakan bahwa kementerian telah merekrut lebih dari 18.000 petugas kesehatan untuk melayani peziarah dan pengunjung.