LANGIT7.ID-Untuk meraih impian finansial kita, kita tidak bisa hanya mengandalkan uang tunai yang ada di rekening bank. Kita tahu bahwa uang di bank tidak akan mampu menghasilkan keuntungan yang besar. Selain itu, inflasi akan menggerus nilainya tanpa kita sadari. Karena itu, setiap perencana keuangan selalu menyarankan kliennya untuk memiliki instrumen keuangan atau investasi. Jumlahnya tidak harus besar, asalkan kita melakukannya secara konsisten. Umat Muslim juga harus ingat untuk hanya menjalankan investasi halal. Dalam hal ini, teladan terbaik kita adalah Nabi Muhammad SAW. Mari kita belajar bagaimana berbisnis dan berinvestasi seperti Nabi Muhammad SAW.
1. Bisnis
Nabi Muhammad SAW adalah seorang pengusaha hebat. Reputasinya sudah sangat terkenal di kalangan masyarakat Jazirah Arab. Mereka bahkan menjuluki Nabi Muhammad SAW dengan sebutan Al-Amin, yang berarti orang yang terpercaya. Karena itu, banyak orang meminta beliau menjadi mitra bisnis mereka.
Nabi Muhammad SAW memulai karier bisnisnya ketika berusia 12 tahun. Pamannya, Abu Thalib, mengajarkan beliau cara berbisnis dengan mengajak remaja Muhammad dalam perjalanan bisnis ke Syam. Hal itu mengasah kemampuan bisnisnya. Muhammad tumbuh menjadi seorang wirausahawan yang jujur sekaligus kompeten. Nabi Muhammad SAW memulai dari hal kecil. Awalnya, beliau hanyalah seorang pekerja. Berkat keterampilan dan kompetensinya, beliau kemudian dipercaya menjadi pengawas, manajer, dan akhirnya menjadi seorang investor.
2. Peternakan
Ketika Nabi Muhammad SAW berusia 10 tahun, beliau meminta pamannya, Abu Thalib, untuk menggembalakan domba dan kambing miliknya. Beliau sering membawa hewan-hewan tersebut ke lembah dan bukit tempat mereka merumput pada pagi hari. Dengan cara ini, beliau dapat membantu pamannya menghemat uang karena Abu Thalib tidak perlu menyewa penggembala. Saat dewasa, Nabi Muhammad SAW juga memiliki puluhan unta yang berhasil meningkatkan kekayaannya. Jika Anda tertarik dengan peternakan, Anda bisa memulai bisnis ini dan mengikuti kesuksesannya.
3. Menyewakan Tanah dan Properti
Nabi Muhammad SAW melakukan investasi pertamanya dengan menyewakan tanah kepada orang-orang Yahudi dengan konsep bagi hasil untung-rugi. Beliau menyewakan perkebunan kurma dan tanah di Khaibar kepada orang-orang Yahudi. Selama masa sewa, beliau membiarkan mereka tinggal di tanah itu, mengolahnya, dan berbagi keuntungan pada akhirnya. Konsep bagi hasil untung-rugi ini kemudian didefinisikan sebagai mudharabah. Jika Anda memiliki tanah atau properti yang tidak terpakai, menyewakannya adalah hal yang baik. Dengan cara ini, Anda dapat menghasilkan pendapatan pasif tambahan. Anda juga dapat menerapkan konsep bagi hasil jika penyewa Anda menggunakannya untuk bisnis.
Selain itu, mudharabah adalah konsep yang diterapkan dalam investasi saham. Uang Anda adalah aset. Setelah Anda menginvestasikannya dalam sebuah bisnis, Anda akan mendapatkan imbal hasil berdasarkan kinerjanya. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang akad mudharabah di sini.
4. Donasi (Sedekah)
Bagaimana memberi uang kita bisa menjadi investasi? Islam memiliki keindahannya sendiri. Membantu orang lain dengan uang kita akan memberikan keuntungan yang bermanfaat bagi kita. Al-Qur'an Suci menyebutkan gagasan ini.
"Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui."
(QS. Al-Baqarah: 261)
Nabi Muhammad SAW kaya, tetapi beliau tidak pernah menimbun kekayaannya untuk diri sendiri. Beliau sangat suka bersedekah, baik berupa uang maupun barang lain seperti pakaian dan makanan. Banyak sahabat yang mengikuti caranya. Contohnya, kisah indah dari Abdurrahman bin Auf. Beliau adalah orang yang sangat kaya sekaligus dermawan. Sahabat tersebut bahkan bersedekah setengah dari hartanya, dan di lain kesempatan beliau juga bersedekah 6 kilogram emas.
Nabi Muhammad SAW telah menjadi teladan terbaik selama berpuluh-puluh tahun dalam hal bisnis dan investasi. Kita bisa mengikuti metode beliau dan menyesuaikannya dengan apa yang kita miliki saat ini. Kita telah belajar berinvestasi seperti Nabi Muhammad SAW. Lalu, investasi jenis apa yang ingin Anda lakukan?(*/saf/academy.musaffa)
(lam)