Sejarah Tradisi Lebaran di Indonesia, Sudah Ada Sejak Abad ke-7 Masehi
Muhajirin
Jum'at, 29 April 2022 - 15:31 WIB
Sungkeman, salah satu tradisi saat lebaran (foto: langit7.id/istock)
Budayawan Betawi, Ridwan Saidi, menjelaskan, lebaran merupakan tradisi khas Indonesia yang sudah ada sejak abad ke-7 masehi.
Akar kata lebaran berasal dari bahasa Melayu-Jakarta. Awalnya, lebaran hanya istilah yang dipakai di daerah Betawi, namun lama kelamaan menasional. Terutama pada abad ke-11 dan abad ke-12 saat zona ekonomi Indonesia tumbuh dan masyarakat antarpulau makin akrab.
Tradisi ini sangat meriah. Dulu orang merayakan lebaran selama satu pekan sejak 1 Syawal. Diawali dengan sembahyang lebaran, lalu ziarah kubur, setelah itu silaturahmi ke keluarga, kerabat, dan teman-teman.
“Awalnya, umat Islam bilang Sembahyang lebaran (Shalat Id). Setelah sembahyang lebaran, dipimpin orang dituakan ziarah kubur, setelah ziarah baru kembali ke rumah masing-masing menerima tamu. Jadi, lebaran itu khas Indonesia,” ucap Ridwan Saidi.
Baca Juga: Warga Ternate Meriahkan Tradisi Ela-Ela Sambut Lailatul Qadar
Lebaran sangat dekat dengan tradisi kumpul bersama keluarga. Ada beberapa tradisi khas lebaran yang tetap dipertahankan, terutama di daerah Betawi, seperti Nanggok dan Ngedot. Nanggok adalah budaya memberikan uang kepada anak-anak sebagai sangu saat lebaran.
Ngedot adalah saling bertukar makanan seperti kue, masakan lebaran antar keluarga dan tetangga. Tradisi tukar makanan tersebut dimulai pada malam takbiran.
Akar kata lebaran berasal dari bahasa Melayu-Jakarta. Awalnya, lebaran hanya istilah yang dipakai di daerah Betawi, namun lama kelamaan menasional. Terutama pada abad ke-11 dan abad ke-12 saat zona ekonomi Indonesia tumbuh dan masyarakat antarpulau makin akrab.
Tradisi ini sangat meriah. Dulu orang merayakan lebaran selama satu pekan sejak 1 Syawal. Diawali dengan sembahyang lebaran, lalu ziarah kubur, setelah itu silaturahmi ke keluarga, kerabat, dan teman-teman.
“Awalnya, umat Islam bilang Sembahyang lebaran (Shalat Id). Setelah sembahyang lebaran, dipimpin orang dituakan ziarah kubur, setelah ziarah baru kembali ke rumah masing-masing menerima tamu. Jadi, lebaran itu khas Indonesia,” ucap Ridwan Saidi.
Baca Juga: Warga Ternate Meriahkan Tradisi Ela-Ela Sambut Lailatul Qadar
Lebaran sangat dekat dengan tradisi kumpul bersama keluarga. Ada beberapa tradisi khas lebaran yang tetap dipertahankan, terutama di daerah Betawi, seperti Nanggok dan Ngedot. Nanggok adalah budaya memberikan uang kepada anak-anak sebagai sangu saat lebaran.
Ngedot adalah saling bertukar makanan seperti kue, masakan lebaran antar keluarga dan tetangga. Tradisi tukar makanan tersebut dimulai pada malam takbiran.