Takmir Masjid Tanggung Jawab atas Kehilangan Barang Jamaah
Fajar adhitya
Senin, 02 Agustus 2021 - 17:20 WIB
Ilustrasi kegiatan takmir masjid. (Foto: Dok Prov Aceh).
Takmir masjid memiliki tanggung jawab atas kehilangan barang jamaah. Hal ini diterapkan di Masjid Al-Falah yang buka selama 24 jam untuk ummat Islam.
Saat awal-awal diangkat sebagai ketua takmir Masjid Al Falah, Sragen, Jawa Tengah, Kusnadi Ikhwani menerapkan proram masjid terbuka selama 24 jam. Program ini ditirunya dari Masjid Jogokariyan, Yogyakarta dalam rangka menciptakan masjid ramah jamaah dan musafir.
Namun, kebijakannya mendapat banyak kritik dari anggota takmir lainnya. Mereka khawatir akan keamanan perlengakapan dan aset masjid di dalamnya.
Pada sisi lain, Kusnadi juga berkomitmen takmir bertanggung jawab penuh terhadap kehilangan barang jamaah. Menurutnya, masjid harus selalu terbuka bagi ummat dan membuat jamaah merasa aman selama beribadah.
“Setelah saya umumkan betul kejadian. Ternyata ada salah satu jamah pas shalat Isya, ia makmum masbuq telat, lupa kunci motornya ketinggalan. Setelah selesai shalat laporlah. Akhirnya takmir mengganti motor. Dan dua kali kehilangan yang seperti itu,” katanya dalam seminar virtual.
Kusnadi lalu studi banding ke Daarut Tauhid, Bandung binaan KH Abdullah Gymnastiar. Di sana ia mengamati sistem keamanan masjid yang menggunakan kamera closed circuit television (CCTV).
“Di sana ada tulisan Masjid ini dilihat oleh Allah, dicatat malaikat dan direkam CCTV. Pulang dari Bandung saya praktikkan, saya pasang CCTV. Alhamdulilah masjidnya aman,” katanya.
Saat awal-awal diangkat sebagai ketua takmir Masjid Al Falah, Sragen, Jawa Tengah, Kusnadi Ikhwani menerapkan proram masjid terbuka selama 24 jam. Program ini ditirunya dari Masjid Jogokariyan, Yogyakarta dalam rangka menciptakan masjid ramah jamaah dan musafir.
Namun, kebijakannya mendapat banyak kritik dari anggota takmir lainnya. Mereka khawatir akan keamanan perlengakapan dan aset masjid di dalamnya.
Pada sisi lain, Kusnadi juga berkomitmen takmir bertanggung jawab penuh terhadap kehilangan barang jamaah. Menurutnya, masjid harus selalu terbuka bagi ummat dan membuat jamaah merasa aman selama beribadah.
“Setelah saya umumkan betul kejadian. Ternyata ada salah satu jamah pas shalat Isya, ia makmum masbuq telat, lupa kunci motornya ketinggalan. Setelah selesai shalat laporlah. Akhirnya takmir mengganti motor. Dan dua kali kehilangan yang seperti itu,” katanya dalam seminar virtual.
Kusnadi lalu studi banding ke Daarut Tauhid, Bandung binaan KH Abdullah Gymnastiar. Di sana ia mengamati sistem keamanan masjid yang menggunakan kamera closed circuit television (CCTV).
“Di sana ada tulisan Masjid ini dilihat oleh Allah, dicatat malaikat dan direkam CCTV. Pulang dari Bandung saya praktikkan, saya pasang CCTV. Alhamdulilah masjidnya aman,” katanya.