Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 05 Juni 2026
home global news detail berita

Menag Nasaruddin Dorong Indonesia Jadi Produsen Halal Dunia di Forum Ekonomi Regional Jawa 2026

tim langit 7 Jum'at, 05 Juni 2026 - 21:00 WIB
Menag Nasaruddin Dorong Indonesia Jadi Produsen Halal Dunia di Forum Ekonomi Regional Jawa 2026
LANGIT7.ID-Jakarta; Forum Ekonomi Regional Jawa 2026 berlangsung hari ini, Kamis (4/6/2026), di Convention Hall Lantai 1 Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi ruang dialog strategis untuk memperkuat ekosistem halal nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif serta berkelanjutan.

Mengusung tema “Penguatan Ekosistem Halal untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan”, forum ini mempertemukan 300 peserta yang terdiri dari regulator, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, masyarakat dan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga. Tujuannya, merumuskan gagasan serta rekomendasi pengembangan industri halal Indonesia.

Kegiatan ini digelar sebagai respons atas pesatnya perkembangan ekonomi syariah dan industri halal yang kini menjadi salah satu sektor strategis dalam perekonomian global. Dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pengembangan ekosistem halal internasional, mencakup sektor makanan dan minuman halal, modest fashion, wisata halal, industri kreatif, keuangan syariah, hingga gaya hidup halal berbasis digital. Sebagai pusat pendidikan, budaya, ekonomi kreatif, dan pengembangan komunitas.

Yogyakarta dipandang memiliki posisi yang sangat strategis dalam memperkuat sinergi lintas sektor. Kehadiran perguruan tinggi, komunitas kreatif, UMKM, industri halal, serta generasi muda menjadikan forum ini relevan sebagai ruang kolaborasi yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Bertindak sebagai Keynote Speaker, Menteri Agama Nasaruddin Umar, mengapresiasi penyelenggaraan Forum Ekonomi Regional Jawa 2026 di Yogyakarta. Menurutnya, forum ini sebagai ruang yang mempertemukan gagasan, keilmuan, dan gerakan nyata dalam membangun peradaban ekonomi syariah Indonesia. Menag menekankan bahwa Yogyakarta, khususnya UIN Sunan Kalijaga, merupakan ruang perjumpaan yang istimewa antara tradisi keilmuan Timur dan Barat, sehingga sangat tepat menjadi pusat lahirnya gagasan-gagasan baru yang mencerahkan bagi masa depan ekonomi halal nasional.

Indonesia, kata Menag, perlu terus mengembangkan model peradaban halal yang berakar pada kearifan lokal, namun tetap terbuka terhadap dialog peradaban global. Dengan begitu, nilai-nilai halal tidak berhenti pada aspek legal-formal semata, melainkan juga menyentuh dimensi akhlak, spiritualitas, dan keberkahan hidup.

Menag menegaskan bahwa konsep halal dalam Islam harus dipahami secara utuh sebagai bagian dari halalan thayyiban mubarakan, yakni sesuatu yang tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga baik, bersih, menenteramkan, dan membawa keberkahan. Dalam pandangannya, halal bukanlah konsep yang membatasi, melainkan nilai yang membuka jalan bagi kemerdekaan manusia untuk hidup secara lebih utuh, sehat, dan bermartabat. Oleh sebab itu, penguatan ekosistem halal tidak cukup hanya berorientasi pada sertifikasi produk, tetapi harus diiringi dengan pembangunan etos hidup syariah yang mencakup pola konsumsi, perilaku ekonomi, penguatan akhlak, dan kesadaran spiritual masyarakat.

“Menjadi sebuah keniscayaan pentingnya membangun ekoteologi dalam pengembangan industri halal, yaitu kesadaran bahwa relasi manusia dengan ekonomi, alam, dan kehidupan harus berjalan selaras dalam semangat keberlanjutan. Indonesia, menurut beliau, memiliki peluang besar untuk menjadi produsen utama dalam industri halal dunia, bukan sekadar konsumen. Karena itu, perguruan tinggi Islam seperti UIN Sunan Kalijaga perlu tampil sebagai pelopor perubahan yang tidak hanya mencetak lulusan unggul, tetapi juga menghadirkan ekosistem halal yang kuat, modern, dan berakar pada nilai-nilai ilahiah,” tegas Menteri Agama RI dalam keterangannya, dikutip Jumat (5/6/2026).

CEO Kabar Grup Indonesia, Upi Asmaradhana, menyampaikan terima kasih kepada Menteri Agama, Rektor UIN Sunan Kalijaga, Gubernur Jawa Timur, serta Gubernur DIY yang diwakili oleh Novia Rahmadi, atas kehadiran dan dukungan terhadap Forum Ekonomi Regional Jawa 2026. Ia menegaskan bahwa forum ini merupakan inisiatif Kabar Grup sebagai bagian dari komitmen media dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi bangsa. Setelah sebelumnya digelar di berbagai daerah seperti Pontianak, Makassar, dan Palembang, kegiatan ini kini hadir di Yogyakarta sebagai bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat ekosistem halal nasional.

Menurutnya, forum ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud partisipasi media dan masyarakat dalam memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi republik. Di tengah berbagai tantangan bangsa yang masih memerlukan pembenahan, forum ini dihadirkan dengan semangat optimisme untuk mendorong perubahan ke arah yang lebih baik. Upi juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak dan para sponsor yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Ia menambahkan bahwa penguatan ekonomi sistem halal merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan daya saing bangsa. Yogyakarta dipilih sebagai tuan rumah karena memiliki posisi istimewa sebagai salah satu pusat peradaban dan rujukan banyak pihak di Indonesia. Dari Yogyakarta, diharapkan lahir semangat untuk menebarkan nilai-nilai halal dan memperkuat ekonomi umat sebagai jawaban atas berbagai tantangan zaman. Mengakhiri sambutannya, Upi menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan acara, serta menutup dengan semangat kebersamaan dan harapan agar forum ini membawa manfaat yang luas bagi bangsa dan negara.

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, juga mengapresiasi penyelenggaraan Forum Ekonomi Regional Jawa 2026. Dia menyebut acara ini sebagai ruang akademik dan kolaboratif yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan ekosistem halal nasional. Prof Noorhaidi menegaskan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan bangsa saat ini, khususnya dalam memperkuat sinergi antara regulasi, industri, keuangan syariah, dan dunia akademik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.

Rektor juga menyampaikan bahwa UIN Sunan Kalijaga sebagai perguruan tinggi Islam memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk ikut serta dalam membangun peradaban halal yang tidak hanya berorientasi pada aspek legal-formal, tetapi juga menyentuh dimensi etika, spiritualitas, dan keberlanjutan sosial. Oleh karena itu, forum seperti ini menjadi sangat penting sebagai wahana dialog, pertukaran gagasan, dan penguatan jejaring kerja sama lintas sektor. Rektor menjelaskan bahwa penyelenggaraan forum regional Jawa 2026 ini secara khusus dipercayakan kepada FEBI UIN Sunan Kalijaga.

“Fakultas ini memiliki perhatian yang kuat terhadap kajian-kajian ekonomi dan bisnis Islam serta industri halal. Selain itu, FEBI juga senantiasa merespons berbagai fenomena ekonomi kontemporer dan berikhtiar memberikan rekomendasi-rekomendasi konstruktif bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, terutama pada sektor riil”, ujarnya. Peran tersebut menunjukkan bahwa FEBI menjadi pusat keilmuan dan bagian penting dari ikhtiar akademik dalam menjawab tantangan ekonomi umat dan bangsa.

Rektor UIN Sunan Kalijaga juga menekankan bahwa kampus harus hadir sebagai pusat keilmuan yang mampu menjembatani teori dan praktik, sekaligus menjadi motor penggerak lahirnya sumber daya manusia unggul yang siap berkontribusi dalam pengembangan industri halal di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan Forum Ekonomi Regional Jawa 2026 diharapkan dapat menghasilkan diskusi yang konstruktif dan melahirkan langkah-langkah nyata dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dan industri halal dunia.

Ditemui di sela-sela panel pertama, Prof. Misnen Ardiansyah, selaku Dekan FEBI UIN Sunan Kalijaga, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada fakultasnya sebagai panitia utama forum nasional ini. Menurutnya, amanah tersebut merupakan bentuk pengakuan atas komitmen FEBI dalam mengembangkan kajian ekonomi dan bisnis Islam, sekaligus memperkuat kontribusi akademik dalam mendorong pertumbuhan industri halal di Indonesia.

Sementara itu, Noviar Rahmad, selaku Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan, yang mewakili Gubernur DIY menyampaikan rasa syukur dapat hadir dalam Forum Ekonomi Regional Jawa 2026 yang mengangkat tema besar tentang penguatan ekosistem halal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, tema tersebut memiliki makna yang sangat strategis, mengingat halal kini telah menjadi bahasa kepercayaan dalam perekonomian modern. “Nilai halal tidak hanya mencerminkan aspek kehalalan produk, tetapi juga menghadirkan kejujuran, rasa aman, ketenangan, dan kepastian bagi masyarakat serta pelaku ekonomi. Halal telah bergerak menjadi sebuah ekosistem nilai yang memiliki keterkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi”, tuturnya.

Dalam forum tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang hadir sebagai Strategic Speaker, menyampaikan pengalaman serta capaian Jawa Timur dalam membangun ekosistem industri halal yang kuat dan terintegrasi. “Jawa Timur telah menempatkan pengembangan halal sebagai bagian penting dari strategi pembangunan ekonomi daerah, terutama melalui penguatan UMKM halal, industri makanan dan minuman, produk fesyen muslim, serta perluasan literasi dan sertifikasi halal di tengah masyarakat. Keberhasilan ekosistem halal dapat diukur dari banyaknya produk tersertifikasi dan sejauh mana nilai-nilai halal terinternalisasi dalam rantai produksi, distribusi, pembiayaan, hingga pemasaran”, ujarnya.

Lebih lanjut, Gubernur Jawa Timur menegaskan bahwa pengalaman daerahnya menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, lembaga keuangan syariah, dan komunitas masyarakat dalam menciptakan ekosistem halal yang berdaya saing. Melalui sinergi tersebut, Jawa Timur berhasil mendorong tumbuhnya industri halal yang tidak hanya memperkuat perekonomian daerah, tetapi juga membuka peluang baru bagi pengembangan ekonomi syariah yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan. Capaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan model pembelajaran bagi daerah lain di Indonesia dalam mempercepat pembangunan ekosistem halal nasional.

Melalui dua sesi panel diskusi, Forum Ekonomi Regional Jawa 2026 menghadirkan sejumlah narasumber dan panelis yang memperkuat pembahasan dari berbagai sudut pandang. Pada sesi pertama dan kedua, forum ini diisi oleh Roy Renwarin, CWP., CWS. selaku Managing Director ETHOS; Dr. Muhammad Ghofur Wibowo, S.E., M.Sc. selaku pakar dan dosen FEBI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta; Dr. Imelda Fajriati, M.Si. selaku Ketua Halal Center UIN Sunan Kalijaga; Eka Sastra selaku Sekretaris Jenderal B57+; Muhammad Syaifuddin selaku Praktisi BSI Yogyakarta; serta Mukti Hendrayatno selaku Chairman Etawalin. Kehadiran para narasumber tersebut diharapkan memperkaya diskusi dengan perspektif yang komprehensif, mulai dari dunia usaha, akademisi, jejaring bisnis global, hingga penguatan ekosistem halal dan pemberdayaan ekonomi umat.

Adapun jalannya diskusi dipandu oleh dua moderator, yakni Memet Toto, S.Kom., selaku Wakil Ketua Umum Gradasi, dan Cacik Gunarti, selaku Direktur Kabar Jateng. Keduanya berperan mengarahkan diskusi agar tetap dinamis, substantif, dan menghasilkan gagasan-gagasan strategis yang dapat menjadi rekomendasi bagi pengembangan ekonomi syariah dan industri halal di Indonesia. Seremoni pembukaan Forum Ekonomi Regional Jawa 2026 dipandu oleh Master of Ceremony (MC), Ibu Nurul Mar'ati S, S.T., M.M., selaku Staf Admisi UIN Sunan Kalijaga. Dengan pembawaan yang tertib dan komunikatif, beliau mengarahkan jalannya acara pembukaan sehingga berlangsung khidmat, lancar, dan penuh semangat kebersamaan. Kehadiran MC dalam seremoni pembukaan turut memperkuat kesan profesional sekaligus hangat pada forum berskala regional ini.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 05 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)