Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 Juli 2026
home global news detail berita

Menag Nasaruddin Umar Ajak Perluas Ruang Persamaan Antaragama untuk Perdamaian

tim langit 7 Jum'at, 17 Juli 2026 - 14:36 WIB
Menag Nasaruddin Umar Ajak Perluas Ruang Persamaan Antaragama untuk Perdamaian
Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Dok: Kementerian Agama)
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat memperluas ruang persamaan antarpemeluk agama sebagai salah satu fondasi untuk memperkuat perdamaian. Persamaan tersebut dapat dibangun melalui nilai-nilai universal, tanpa menghilangkan identitas dan perbedaan setiap agama.

Pesan itu disampaikan Menag dalam peluncuran dan bedah tiga buku seri pemikirannya di Auditorium Harun Nasution, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (16/7).

Menag mengatakan, setiap agama memiliki ajaran dan identitas yang khas. Perbedaan tersebut perlu dihormati, sementara nilai-nilai yang sama dapat dikembangkan menjadi ruang kerja bersama bagi kemanusiaan. “Yang sama jangan dipaksa untuk berbeda. Tapi yang betul-betul berbeda jangan dipaksa untuk sama,” ujar Menag dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026).

Menurut Menag, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk membedakan wilayah persamaan dan perbedaan secara proporsional. Pemaksaan terhadap perbedaan dapat menghilangkan kekhasan masing-masing agama. Sebaliknya, mengabaikan persamaan dapat mempersempit ruang perjumpaan antarpemeluk agama.

Ia menekankan, gagasan memperluas persamaan bukan dimaksudkan untuk menyeragamkan seluruh ajaran agama. Setiap agama tetap memiliki wilayah teologis yang tidak dapat disamakan. Namun, terdapat pula nilai-nilai universal yang dapat menjadi dasar hubungan antarmanusia, seperti perdamaian, kepedulian, kebajikan, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

“Makin banyak persamaan yang kita temukan, maka semakin damai kemanusiaan ini,” tuturnya.

Menag menilai, upaya membangun perdamaian tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan formal. Diplomasi dan penyelesaian konflik juga dapat diperkuat melalui pendekatan spiritual dan bahasa keagamaan yang menyentuh kesadaran kemanusiaan.

Pendekatan tersebut, menurutnya, dapat membuka ruang dialog yang lebih luas. Agama tidak hanya berbicara tentang hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga membangun tanggung jawab untuk merawat kehidupan bersama.

Karena itu, Menag menekankan pentingnya mengembangkan diplomasi keagamaan, selain diplomasi formal. Tokoh dan lembaga keagamaan dapat mengambil peran dalam menghadirkan bahasa perdamaian yang dapat diterima oleh berbagai kelompok.

Ruang persamaan juga dapat diperkuat melalui pendidikan dan dialog antarumat beragama. Dialog tidak diarahkan untuk mengubah keyakinan masing-masing, melainkan untuk membangun pemahaman, mencegah prasangka, dan memperluas kerja sama dalam persoalan kemanusiaan.

Dalam kesempatan tersebut, Menag mengemukakan gagasan agar Indonesia turut berkontribusi dalam pengembangan teologi kemanusiaan. Pengalaman masyarakat Indonesia dalam hidup di tengah keberagaman dinilai dapat menjadi modal untuk mengembangkan pemikiran keagamaan yang damai dan kontekstual.

Peluncuran dan bedah buku tersebut membahas tiga karya Nasaruddin, yakni Pikiran yang Memurnikan, Simpul Pemikiran, serta Artikel dan Opini. Sejumlah gagasan mengenai kerukunan, spiritualitas, kemanusiaan, dan kehidupan beragama turut menjadi bagian dalam pembahasan.

Menag berharap ruang persamaan antarpemeluk agama terus diperluas sehingga keberagaman tidak menjadi sumber jarak, melainkan kekuatan untuk membangun kehidupan yang damai dan saling menghormati. (Kemenag/bil)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan