Tafsir Al-Anbiya Ayat 52-66: Keteguhan Ibrahim dalam Dakwah Tauhid
Fajar adhitya
Rabu, 18 Mei 2022 - 18:21 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Nabi Ibrahim alaihis salam merupakan salah satu ulul azmi, artinya memiliki keteguhan luar biasa dalam menjalankan syariat Allah Swt dan menyeru kepada tauhid. Nabi Ibrahim pernah menghancurkan berhala dan menyisakan satu buah untuk kaumnya.
Nabi Ibrahim menyisakan satu berhala yang paling besar. Maksud kekasih Allah menyisakan satu berhala adalah agar kaumnya dapat berpikir ulang tentang penyembahan mereka kepada sebuah batu yang tak bisa berbuat apa-apa.
Allah menceritakan kisah ini kepada Nabi Muhammad dalam Surat Al-Anbiya ayat 52 sampai 66. Saat itu, Nabi Ibrahim melakukan protes keras terhadap Azar, ayahnya dan kaumnya yang menyembah berhala.
Allah mengaruniakan petunjuk kepada Ibrahim, sehingga ia bertanya kepada ayahnya Azar yang sedang berkumpul bersama kaumnya. Mengapa mereka membuat patung-patung yang tak berdaya untuk disembah.
Baca Juga:Tafsir Al-Araf Ayat 80: Homoseks Kejahatan Terbesar Manusia dari Kaum Sodom
Azar dan kaumnya menjawab pertanyaan Ibrahim dengan pernyataan bahwa mereka menyembah patung hanyalah sekedar mengikuti perbuatan nenek moyang mereka. Singkatnya, mereka tidak memahami apa yang mereka lakukan melainkan hanya taklid buta kepada tradisi.
“Sebenarnya Tuhan kamu ialah Tuhan (pemilik) langit dan bumi; (Dialah) yang telah menciptakannya; dan aku termasuk orang yang dapat bersaksi atas itu,” kata Nabi Ibrahim.
Nabi Ibrahim menyisakan satu berhala yang paling besar. Maksud kekasih Allah menyisakan satu berhala adalah agar kaumnya dapat berpikir ulang tentang penyembahan mereka kepada sebuah batu yang tak bisa berbuat apa-apa.
Allah menceritakan kisah ini kepada Nabi Muhammad dalam Surat Al-Anbiya ayat 52 sampai 66. Saat itu, Nabi Ibrahim melakukan protes keras terhadap Azar, ayahnya dan kaumnya yang menyembah berhala.
Allah mengaruniakan petunjuk kepada Ibrahim, sehingga ia bertanya kepada ayahnya Azar yang sedang berkumpul bersama kaumnya. Mengapa mereka membuat patung-patung yang tak berdaya untuk disembah.
Baca Juga:Tafsir Al-Araf Ayat 80: Homoseks Kejahatan Terbesar Manusia dari Kaum Sodom
Azar dan kaumnya menjawab pertanyaan Ibrahim dengan pernyataan bahwa mereka menyembah patung hanyalah sekedar mengikuti perbuatan nenek moyang mereka. Singkatnya, mereka tidak memahami apa yang mereka lakukan melainkan hanya taklid buta kepada tradisi.
“Sebenarnya Tuhan kamu ialah Tuhan (pemilik) langit dan bumi; (Dialah) yang telah menciptakannya; dan aku termasuk orang yang dapat bersaksi atas itu,” kata Nabi Ibrahim.